Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 00.39 WIB

Israel Ogah Disalahkan atas Bencana Kelaparan di Gaza Dokter pun Sampai Tak Bisa Berdiri

Beberapa ratus ribu orang masih bertahan di Rafah karena hampir separuh penduduk Gaza menghadapi tingkat kelaparan yang sangat parah. (Sumber Foto: Hatem Ali/AP)

 
JawaPos.com – Kelaparan di Gaza kini menjadi sorotan dunia. Namun, Israel membantah bahwa kelaparan dikarenakan oleh pihaknya. Di sisi lain, tenaga medis di wilayah itu sudah menyatakan hampir menyerah karena kelaparan ini.

Dunia internasional telah memberikan kritik adanya kekurangan pangan di Gaza. Lebih dari 100 NGO memberikan petisi peringatan kelaparan dan mengecam Israel. Namun, pada Rabu (23/7), Israel berkilah dan menuduh Hamas yang sengaja menciptakan krisis itu.

Dilansir dari AFP, juru bicara pemerintah Israel, David Mencer mengatakan tidak ada kelaparan yang disebabkan oleh Israel. “Yang ada hanyalah kekurangan pangan yang direkayasa oleh Hamas,” katanya.

Lebih lanjut, Mencer menyebut Hamas yang mencegah distribusi pasokan pangan. Bahkan mereka menjarah untuk keuntungan pribadi dan menjualnya dengan harga yang lebih mahal.

Presiden Israel Isaac Herzog pun mengeluarkan pernyataan senada. Menurutnya, Israel sudah bertindak sesuai dengan hukum internasional. Sementara itu Hamas-lah yang berusaha mensabotase distribusi bantuan.

Di lapangan, tenaga medis di Gaza menyerukan kekurangan makanan. Rasa lapar melilit mereka yang harus bertugas merawat korban perang. Dilansir dari The Guardian, mereka juga menyaksikan pasien yang terluka dan kekurangan gizi.

"Mereka sangat kelelahan. Beberapa pingsan di ruang operasi," kata Direktur Rumah Sakit Al-Shifa Mohammed Abu Selmia. Menurutnya, staf di rumah sakitnya tidak menerima bantuan atau makanan apa pun dalam 48 jam terakhir. Hal ini tidak dipungkiri dapat mempengaruhi layanan medis.

The Guardian menuliskan ada banyak dokter dan praktisi medis yang mengirim pesan tapi tidak ingin disebutkan namanya karena mereka takut menjadi sasaran militer Israel. Seperti salah satu dokter yang sudah bertugas 24 jam. "Di (rumah sakit, Red), seharusnya kami diberi beras setiap shift, tapi hari ini mereka bilang tidak ada. Saya dan rekan saya merawat 60 pasien bedah saraf, dan sekarang saya bahkan tidak bisa berdiri," katanya.
 

Seorang dokter umum lain yang menjadi relawan di rumah sakit al-Shifa juga menyatakan belum makan. Keluarganya di rumah juga tidak punya apapun untuk di makan. “Seharian saya memikirkan bagaimana caranya mendapatkan tepung, lentil, atau apa pun untuk kami makan, tapi di pasar tidak ada apa-apa,” keluhnya. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore