
Elon Musk yang terus menggabungkan berbagai lini bisnisnya, termasuk dengan menghadirkan chatbot Grok ke dalam kendaraan Tesla. (Fortune)
JawaPos.com — Langkah terbaru Elon Musk dalam menggabungkan kepentingan bisnisnya kembali menuai sorotan tajam. Mulai 12 Juli 2025, seluruh mobil Tesla keluaran terbaru secara otomatis dilengkapi dengan Grok, chatbot kecerdasan buatan (AI) besutan xAI—perusahaan rintisan Musk yang bergerak di bidang teknologi AI.
Grok kini tampil sebagai ikon permanen di layar utama sistem hiburan Tesla. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan atau memberikan perintah, mirip seperti saat menggunakan ChatGPT milik OpenAI atau Gemini dari Google.
Meskipun Grok belum bisa mengontrol fitur kendaraan seperti jendela atau AC, banyak pihak memperkirakan bahwa ke depannya pengguna akan memanfaatkan chatbot ini untuk berbagai keperluan lain di dalam mobil—mulai dari merespons email hingga merangkum isi buku selama perjalanan.
Dilansir dari Fortune, Rabu (23/7/2025), kehadiran Grok di Tesla tidak hanya memberi nilai tambah bagi pelanggan, tetapi juga memperkuat sinergi bisnis Musk. “Seperti pom bensin yang memberikan cuci mobil gratis bagi pelanggan, Musk tampaknya memanfaatkan berbagai aset bisnisnya untuk menawarkan nilai ekstra,” tulis Fortune. Namun, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari integrasi ini menjadi pertanyaan penting, mengingat potensi pertukaran data antara dua entitas yang sama-sama dimiliki Musk.
Integrasi ini berpotensi menjadikan Tesla sebagai klien utama bagi xAI. Tahun lalu saja, Tesla menjual hampir 1,8 juta unit kendaraan. Apabila hanya sebagian kecil dari pemilik Tesla menggunakan Grok, beban komputasi xAI bisa melonjak signifikan. Apalagi, menurut laporan, xAI saat ini menghabiskan hingga USD 1 miliar atau sekitar Rp16,29 triliun per bulan (kurs USD 1 = Rp 16.290) untuk membangun pusat data dan membeli chip guna bersaing dengan perusahaan AI besar lainnya.
Namun demikian, perhatian utama kini tertuju pada isu privasi dan penggunaan data. Tesla menyatakan bahwa percakapan pengguna dengan Grok akan “diproses secara aman oleh xAI” dan tidak dihubungkan langsung dengan identitas kendaraan. Namun, dalam kebijakan privasinya, xAI mengungkap bahwa mereka mengumpulkan informasi pribadi, konten pengguna, data media sosial, dan membagikannya dengan penyedia layanan, afiliasi, serta pihak ketiga yang dipilih pengguna.
Sementara itu, pertanyaan penting masih belum terjawab: jenis data apa saja yang dapat diakses xAI saat Grok digunakan di dalam kendaraan? Elon Musk sempat menyatakan bahwa sistem akan menggunakan "wake word"—kata pemicu suara seperti "Hey Grok" untuk mengaktifkan asisten AI—namun belum jelas apakah setelah diaktifkan, Grok akan merekam seluruh percakapan di dalam kabin atau hanya merespons perintah yang diawali oleh kata pemicu tersebut. Ketidakjelasan ini memicu kekhawatiran tentang seberapa jauh sistem dapat 'mendengar' dan merekam interaksi pengguna di dalam mobil.
Menurut Albert Cahn, Direktur Eksekutif Surveillance Technology Oversight Project, tren ini mencerminkan pergeseran dalam industri otomotif. “Mobil yang dulu menjadi simbol kebebasan di jalan raya kini berubah menjadi perangkat pengawasan paling intensif dalam kehidupan kita,” ujar Cahn. “Ada risiko besar bahwa data yang dikumpulkan dalam privasi mobil akan disalahgunakan, baik oleh penegak hukum, pejabat imigrasi, atau bahkan dikomersialisasi tanpa persetujuan.”
Apalagi, Tesla dikenal mengumpulkan beragam data, mulai dari video kamera, sensor ultrasonik, GPS, hingga data kecepatan, baterai, dan interaksi pengguna. Data ini bahkan telah digunakan oleh otoritas untuk menyelidiki tindak kriminal. Belum jelas apakah percakapan dengan Grok dapat dijadikan bukti dalam proses investigasi.
Di sisi lain, Cahn memperingatkan bahwa janji perusahaan untuk menganonimkan data sulit diterapkan secara mutlak. “Perusahaan-perusahaan ini cepat sekali mengklaim bahwa data sudah dianonimkan, tetapi dalam praktiknya sangat sulit menjamin bahwa informasi itu tak bisa diidentifikasi kembali,” tegasnya.
Dengan semakin banyaknya kamera dan sensor di kendaraan demi mendukung fitur swakemudi, titik pengumpulan data pun semakin meluas. Elon Musk, yang kini memimpin sejumlah produk teknologi terpopuler mulai dari EV, AI, media sosial, hingga satelit Starlink, tampaknya tengah merajut seluruh ekosistem usahanya menjadi satu platform terpadu yang menawarkan pengalaman unik.
Seperti teknologi lain, integrasi Grok membawa serta kompromi terhadap privasi. GPS memudahkan navigasi, namun juga meninggalkan jejak digital. Kini, keputusan berada di tangan konsumen: apakah kenyamanan yang ditawarkan sepadan dengan risiko kehilangan kendali atas data pribadi mereka?
***

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
