Farry Argoebie, selaku Chief Technology Officer Terralogiq. (Terralogiq)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa frustrasi saat berinteraksi dengan chatbot yang hanya bisa menjawab "Maaf, saya tidak mengerti pertanyaan Anda, Bisa diulangi"? Di era digital yang serba cepat, konsumen tidak lagi hanya butuh jawaban; mereka butuh solusi instan.
Masalahnya, banyak bisnis di Indonesia masih terjebak dengan chatbot tradisional yang kaku, sementara tuntutan operasional seperti proses refund cepat dan pengaturan logistik yang dinamis semakin mendesak. Memahami celah tersebut, Terralogiq kini menghadirkan solusi berbasis Gemini 3.1 Pro, model AI generasi terbaru yang dirancang khusus oleh Google Cloud untuk menangani tugas-tugas kompleks.
Berbeda dari chatbot biasa yang bekerja berdasarkan aturan kaku (rule-based), AI Agent yang ditenagai Gemini 3.1 Pro memiliki kemampuan contextual understanding yang jauh lebih mendalam.
Sebagai contoh, jika seorang pelanggan meminta pengembalian dana (refund), AI Agent ini mampu melakukan langkah bertingkat secara otomatis. Pertama, validasi identitas pelanggan dan status pesanan. Kedua, mengecek kelayakan berdasarkan aturan bisnis perusahaan.
Selanjutnya, mengeksekusi refund melalui sistem back-end. Dan terakhir, mengirim notifikasi penyelesaian kepada pengguna. Semua proses ini terjadi dalam hitungan detik tanpa perlu campur tangan manual staf admin.
Farry Argoebie, selaku Chief Technology Officer Terralogiq menjelaskan, peralihan dari chatbot sederhana ke AI Agent cerdas adalah lompatan besar bagi organisasi di Indonesia. Gemini 3.1 Pro terbaru dari Google Cloud menyediakan kemampuan yang bukan hanya memahami permintaan, tetapi juga membuat keputusan yang tepat dalam konteks bisnis.
"Ini membuka peluang baru dalam automasi operasi, pengurangan biaya, dan kualitas layanan pelanggan yang lebih tinggi," ujarnya, Kamis (26/2).
Transformasi Logistik dan E-commerce
Di sektor e-commerce dan layanan digital Indonesia yang masif, kecepatan adalah kunci. Terralogiq membantu berbagai enterprise mengintegrasikan Gemini 3.1 Pro untuk berbagai keperluan seperti otomatisasi logistik, layanan pelanggan mandiri, hingga efisiensi operasional.
Pada akhirnya, implementasi AI Agent bukan tentang menggantikan peran manusia, melainkan membebaskan karyawan dari tugas repetitif yang membosankan. Dengan Gemini 3.1 Pro, tim internal dapat fokus pada strategi kreatif dan pertumbuhan bisnis, sementara AI Agent menangani detail operasional 24/7 dengan akurasi tinggi.
"Langkah ini diharapkan dapat mempercepat digitalisasi layanan publik dan swasta di Indonesia, menjadikan operasional bisnis lebih lean (ramping) dan responsif terhadap kebutuhan pasar," pungkas Farry.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022