Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Juli 2025 | 20.34 WIB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Dikabarkan Alami Keracunan Makanan, Sidang Kasus Korupsinya Ditunda

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (REUTERS/Ronen Zvulun). - Image

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (REUTERS/Ronen Zvulun).

JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan pubik internasional. Kali ini bukan karena pernyataannya. Melainkan karena dikabarkan mengalami keracunan makanan.

Dalam pernyataan resmi pada Minggu (21/7), kantor perdana menteri Israel menyebutkan bahwa Netanyahu, 75 tahun, menderita peradangan usus dan dehidrasi usai jatuh sakit pada malam sebelumnya. 

Ia kini tengah menjalani perawatan dengan infus dan diminta dokter untuk beristirahat total di rumah selama tiga hari.

"Sesusai instruksi dokternya, Perdana Menteri akan beristirahat di rumah selama tiga hari ke depan dan akan tetap menjalankan urusan negara dari sana," bunyi pernyataan resmi kantor Netanyahu dikutip via Reuters.

Sementara itu, menurut Times of Israel, kondisi ini memaksa pengadilan Distrik Yerusalem membatalkan jadwal kesaksian Netanyahu dalam sidang kasus dugaan korupsinya. Sidang tersebut seharusnya digelar Senin (21/7) hari ini dan Selasa (22/7) besok. 

Penundaan ini menambah daftar panjang keterlambatan Netanyahu bersaksi dalam persidangan, yang telah berulang kali molor sejak Desember 2023.

Pengacara Netanyahu, Amit Hadad, sebenarnya meminta agar sidang ditunda ke Rabu dan Kamis. Namun, karena konflik jadwal, pengadilan akhirnya membatalkan sidang pekan ini sepenuhnya. 

“Pengadilan membatalkan sidang, bukan hanya menundanya, karena tidak tersedia waktu lain dalam minggu ini,” jelas pihak pengadilan. Keracunan makanan terbaru ini memperpanjang catatan kesehatan Netanyahu yang belakangan kian mengkhawatirkan. 

Ia diketahui telah menjalani sejumlah perawatan medis serius dalam dua tahun terakhir, termasuk pemasangan alat pacu jantung pada 2023, operasi pengangkatan prostat akhir tahun lalu, dan operasi hernia pada Maret 2024. Di bulan yang sama, ia juga sempat absen beberapa hari karena flu.

Kasus korupsi yang menjerat Netanyahu, ditambah kondisi kesehatannya yang terus menurun, memicu kekhawatiran publik Israel atas kelangsungan kepemimpinannya.

Terutama di tengah krisis berkelanjutan dengan Hamas di Gaza, ketegangan regional dengan Iran, dan jadwal diplomatik yang padat.

Dengan pengadilan memasuki masa reses musim panas hingga 5 September, Netanyahu baru akan kembali dijadwalkan bersaksi paling cepat pada bulan tersebut.

Sementara itu, ia tetap menjalankan pemerintahan dari kediamannya, meski publik kini menyoroti keseimbangan antara peran politiknya dan kondisi fisik yang terus diuji.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore