Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 02.49 WIB

Trump Menjanjikan Rudal Patriot untuk Ukraina, Namun Eropa yang Harus Berkorban

Peluncur sistem pertahanan udara Patriot milik Angkatan Udara Ukraina terlihat di darat, 4 Agustus 2024. (Reuters)

 
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, akhirnya menemukan cara untuk mempersenjatai Ukraina, yaitu dengan meminta sekutu Eropa untuk menyumbangkan senjata mereka, dan menjual penggantinya dari AS.

Namun ini bagian tersulitnya, dengan menyepakati siapa yang akan benar-benar menyerahkan sistem berharga mereka, termasuk baterai rudal Patriot yang sudah lama dicari Kyiv.

"Beberapa sistem pertahanan rudal Patriot akan tiba di Ukraina dalam beberapa hari," kata Trump di Oval Office pada hari Senin (14/7), dilansir dari Reuters.

"Kami akan membuat senjata-senjata terbaik, dan senjata-senjata itu akan dikirim ke NATO," katanya.
 
Baca Juga: Terkait dengan Pemberian Senjata dari Amerika, Utusan Donald Trump ke Ukraina

Sistem Patriot yang mahal dan banyak diminati oleh sekutu AS, telah terbukti efektif dalam menghancurkan rudal balistik Rusia, yang ditujukan ke kota-kota Ukraina.

Namun sejak pengumuman tersebut, menjadi jelas bahwa Trump hanya menyajikan sebuah kerangka kerja dan bukan rencana yang matang. 
 
Menurut 10 pejabat di AS dan Eropa, seberapa besar dukungan yang diberikan untuk Ukraina, akan bergantung pada negosiasi mendatang tentang siapa yang menyediakan peralatan.

Pertanyaan utama saat ini adalah siapa yang akan menyumbangkan baterai Patriot, dan kapan akan mengirimkannya. 

"Seperti biasa dalam hal-hal seperti ini, masalahnya ada pada hal-hal yang detail," ujar salah satu duta besar Eropa Utara di Washington.
 
Baca Juga: Trump Frustrasi dengan Putin, Amerika Berikan Rudal Patriot ke Ukraina

Rencana yang dicetuskan Trump dan sekretaris jenderal NATO Mark Rutte dalam beberapa hari terakhir, menurut dua sumber yang mengetahui diskusi tersebut, telah diterima secara positif oleh Ukraina dan sekutunya.

Para pemimpin di Kyiv dan di tempat lain telah merayakan pergeseran sikap yang besar dari Trump, yang hingga beberapa minggu terakhir berbicara dengan penuh pujian terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Beberapa orang di Eropa telah menyuarakan rasa frustasi, karena merekalah yang sebenarnya menanggung beban atas pengumuman Trump.

Selama pertemuannya di Oval Office dengan Trump pada hari Senin, Rutte menyebutkan enam negara NATO yaitu Finlandia, Denmark, Swedia, Norwegia, Belanda, dan Kanada, yang bersedia berpartisipasi dalam skema pembelian senjata.
 
Baca Juga: Setelah Telepon Vladimir Putin, Presiden AS Donald Trump Mengakui Tidak Ada Kemajuan Terkait Iran dan Ukraina

Sumber-sumber tingkat tinggi, di dua kedutaan besar negara-negara tersebut di AS mengatakan kepada Reuters, bahwa mereka secara langsung mengetahui rencana tersebut saat diumumkan. 
 
Bahkan sekutu dekat AS, tampaknya mengetahui proposal tersebut secara langsung.
 
“Saya merasa jelas, bahwa tidak ada yang diberitahu tentang rincian yang tepat sebelumnya,” kata seorang duta besar Eropa lainnya. 

“Saya juga menduga bahwa secara internal dalam pemerintahan, mereka baru mulai memilah-milah apa maknanya dalam praktik," lanjutnya.
 
Baca Juga: Berharap AS Lanjutkan Dukungan untuk Ukraina dalam Perang Lawan Rusia, Zelenskyy: Saya akan Berbicara dengan Presiden Trump

Menanggapi permintaan komentar, Pentagon merujuk Reuters pada pernyataan Trump pada hari Senin yang mengumumkan kesepakatannya dengan Rutte. 

Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar, begitu pula kedutaan besar Ukraina maupun Rusia di Washington. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore