Kedatangan utusan khusus Amerika, Keith Kellogg, menandakan pengiriman senjata ke Ukraina semakin dekat. (The Moscow Times)
JawaPos.com - Realisasi pengiriman rudal Patriot dari Amerika Serikat ke Ukraina sepertinya semakin dekat. Pada Minggu waktu setempat, Presiden Donald Trump kembali mengatakan akan mengirimkan pertahanan rudal Patriot yang diikuti oleh kedatangan utusan khusus Amerika Keith Kellog.
Dilansir dari Kyiv Post, Kyiv membenarkan adanya kedatangan Kellogg. “Perdamaian melalui kekuatan adalah prinsip Presiden Donald Trump dan kami mendukung pendekatan ini,” kata kepala kantor kepresidenan Ukraina Andriy Yermak.
Kellogg sendiri sudah mengumumkan kedatangannya pada minggu lalu. Rencananya akan seminggu penuh di Ukraina. Kunjungan utusan Amerika ini dilakukan saat Trump akan lebih agresif mempersenjatai Ukraina.
Diperkirakan tidak hanya pertahanan rudal Patriot saja yang akan dikirimkan. Namun juga ada rudal jarak jauh dan sistem canggih lainnya. Meski demikian Trump enggan menyebutkan dengan pasti apa yang akan diberikannya. “Mereka akan memiliki beberapa karena memang membutuhkan perlindungan, tetapi Uni Eropa yang menanggungnya. Ukraina akan membayar kami 100 persen untuk sistem itu,” ujarnya.
Dilansir dari AFP, Trump juga mengatakan kekecewaannya pada Putin. “Putin benar-benar mengejutkan banyak orang. Dia berbicara dengan baik dan kemudian dia mengirim bom ke semua orang di malam hari,” ucap Trump. Bahkan dia menyatakan apa yang diucapkan Putin ke Gedung Putih adalah omong kosong dan dia frustasi karena Ukraina dan Rusia tidak kunjung damai.
Padahal, sebelumnya Trump dinilai dekat dengan Putin. Pada saat dilantik pada Januari lalu, dia yakin bisa kerjasama dengan Putin untuk mengakhiri perang. Namun, Rusia hingga kini menolak gencatan senjata yang diusulkan Amerika.
Amerika berusaha menekan Putin. Senator Partai Republik Lindsey Graham menggembar-gemborkan RUU bipartisan yang akan mempersenjatai Trump dengan "palu godam" untuk melawan Rusia. “Itu akan memberi Presiden Trump kemampuan untuk mengenakan tarif 500 persen pada negara mana pun yang membantu Rusia," kata Graham. Dia menambahkan bahwa RUU itu termasuk pada mereka yang membeli barang-barang Rusia seperti Cina, India, atau Brasil.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun menanggapi RUU bipartisan ini. Menurutnya, RUU ini akan membuat perdamaian semakin dekat. “RUU memastikan diplomasi tidak lagi kosong,” ungkapnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
