Pernyataan Dian K N (Neo Japan), influencer Indonesia terkait ulah WNI di Jepang (Dok. Instagram @neojapan_)
JawaPos.com - Dukungan terhadap keberadaan warga asing di Jepang menjadi sorotan menjelang Pemilu Majelis Tinggi.
Di tengah upaya pemerintah daerah mempromosikan keberagaman, muncul kekhawatiran baru soal citra Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang akibat meningkatnya pelanggaran hukum.
Dilansir dari The Asahi Shimbun pada Kamis (10/7), Gubernur Prefektur Miyagi, Yoshihiro Murai, menegaskan bahwa Jepang sebagai negara maju seharusnya tidak menolak keberadaan warga asing.
Ia menilai kekhawatiran sebagian pihak soal hilangnya lapangan kerja atau meningkatnya kriminalitas sebagai hal yang tidak berdasar.
"Tidak konsisten jika Jepang menolak orang asing sementara banyak orang Jepang sendiri juga mencari peluang di luar negeri," ujar Murai dalam konferensi pers pada Rabu (9/7) dikutip dari The Asahi Shimbun.
Sebagai Presiden Asosiasi Gubernur Nasional, Murai juga menjelaskan bahwa Jepang mengalami kekurangan tenaga kerja serius di berbagai sektor.
"Di industri yang butuh 10 orang, sering kali hanya tersedia tujuh atau delapan pekerja Jepang. Kehadiran tenaga kerja asing mengisi kekosongan itu," jelasnya.
Namun, Murai juga menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan kesetaraan perlakuan antara pekerja Jepang dan asing.
Senada dengan itu, Wali Kota Sendai Kazuko Kori, pada Selasa (8/7), menyampaikan kekhawatiran terhadap penurunan drastis populasi usia kerja, seraya mendorong masyarakat agar lebih terbuka pada keberagaman.
Sementara itu, dari sisi komunitas Indonesia, influencer sekaligus pegiat budaya Indonesia di Jepang, Dian K N, menyampaikan keprihatinannya lewat unggahan Instagram @neojapan_ pada Rabu (9/7).
Ia mengaku dihubungi langsung oleh pejabat pemerintah Jepang yang menyampaikan keluhan terkait meningkatnya kasus pelanggaran hukum oleh WNI.
"Sebagai influencer yang dikenal membela dan memperkenalkan Indonesia di Jepang, saya malu. Karena saya yang selalu dihubungi saat ada masalah, seolah mewakili kita semua," tulisnya.
Dian juga menyerukan agar WNI yang baru datang ke Jepang belajar budaya lokal dan tidak membawa kebiasaan buruk dari Indonesia. Ia bahkan siap mengusulkan deportasi bagi pelajar bermasalah.
"Saya terpaksa speak up karena saya peduli. Jangan nodai perjuangan WNI lain yang sudah mati-matian berjuang dan hidup baik di sini," tulis Dian.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
