
Paus Leo XIV. (Vatikan News)
JawaPos.com - Vatikan kembali jadi sorotan dunia. Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang baru menjabat dua bulan, langsung membuat gebrakan besar. Dari mimbar tertinggi altar, beliau menyatakan dengan lantang: "Pernikahan hanya mungkin antara seorang pria dan seorang wanita".
Pernyataan ini jelas bukan sekadar kata-kata. Dikutip dari La Derecha Diario, Rabu (9/7), ini adalah sinyal kuat bahwa Paus Leo XIV ingin membawa Gereja kembali ke akar ajaran tradisional yang tegas, jauh dari kesan kompromi moral dan fleksibilitas ideologis yang selama ini dikaitkan dengan kepemimpinan sebelumnya.
"Pernikahan bukan sekadar ideal, melainkan model cinta sejati antara pria dan wanita: total, setia, dan subur," ujar Paus Leo, mengutip ensiklik legendaris Humanae Vitae tahun 1968.
Tak hanya bicara soal pernikahan, Paus Leo juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas budaya kematian yang semakin merajalela. Tanpa tedeng aling-aling, ia mengkritik keras penggunaan kebebasan untuk "mengambil nyawa, bukan memberikannya".
"Kemanusiaan kerap dikhianati... misalnya ketika kebebasan digunakan bukan untuk melindungi hidup, melainkan untuk menghancurkannya," katanya, menyentil kebijakan aborsi dan euthanasia.
Meski baru seumur jagung, masa kepausan Leo XIV sudah terlihat sangat kontras dibanding pendahulunya. Ia tak segan menyebut pernikahan kudus sebagai pondasi peradaban, bahkan menyinggung pasangan suci seperti Louis dan Zélie Martin, orang tua dari Santa Thérèse dari Kanak-Kanak Yesus dan keluarga Ulma yang mati syahid karena melindungi Yahudi saat Perang Dunia II.
Sorotan ke Komunitas LGBTQ+
Satu hal yang tak luput dari perhatian: ketegasan Paus Leo XIV terhadap isu LGBTQ+ dan 'keluarga alternatif'. Meski belum banyak bicara soal itu sejak dilantik, pernyataannya di tahun 2012 kembali viral.
Dalam wawancara lama yang dikutip The New York Times, ia mengecam 'gaya hidup homoseksual' serta keberadaan keluarga sejenis yang membesarkan anak angkat, menyebutnya bertentangan dengan Injil.
Sikap keras ini langsung memicu reaksi dari berbagai kalangan. Sebagian melihatnya sebagai angin segar pemulihan moral Gereja. Namun tak sedikit pula yang menganggapnya sebagai langkah mundur yang bisa menyulut kontroversi lebih besar.
Apakah Leo XIV akan terus melangkah dengan nada keras ini? Atau justru akan melunak di tengah tekanan dunia modern? Yang jelas, Paus baru ini tidak datang untuk menyenangkan semua orang, ia datang untuk menjadi pemimpin Gereja Katolik dunia.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
