
Anggota parlemen Iran menyetujui secara bulat penghentian kerja sama dengan IAEA dalam sidang di Teheran. (The Guardian)
JawaPos.com - Iran sudah tidak mempercayai Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Mereka melarang pemimpin lembaga itu datang ke pusat nuklir yang sudah dibom Amerika dan Israel.
Dilansir dari Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak Kepala IAEA Rafael Grossi untuk mengunjungi fasilitas nuklir yang sudah porak-poranda. Grossi sebelumnya menyatakan ingin memastikan bagaimana kerusakan di pusat nuklir Iran, salah satunya Fordo. Sebab, Grossi yakin bahwa fasilitas pengayaan uranium itu akan kembali normal dalam hitungan bulan.
"Kekerasan Grossi untuk mengunjungi lokasi yang dibom dengan dalih perlindungan tidak ada artinya dan bahkan mungkin bermaksud jahat," kata Araghchi Senin (30/6) melalui X. Dia menyatakan bahwa apa yang dilakukan Teheran merupakan upaya untuk membela kepentingan negara dan rakyatnya.
Tidak hanya Araghchi saja yang menolak. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa Teheran telah menghentikan kerja sama dengan IAEA. Dia beralasan apa yang dilakukan Grossi dapat merusak Iran. "Ini merupakan respons alami terhadap tindakan yang tidak dapat dibenarkan, tidak konstruktif, dan merusak dari direktur jenderal Badan Tenaga Atom Internasional," kata Pezeshkian.
Alasan terkuat Iran menolak IAEA adalah faktor tekanan politis, terutama dari Israel dan Amerika Serikat. Padahal IAEA bertanggungjawab secara teknis atas nuklir di dunia.
Penolakan pemerintah Iran atas IAEA didukung oleh parlemennya. Mereka pada pertengahan pekan lalu memberikan suara rancangan undang-undang untuk menangguhkan kerja sama dengan IAEA. Ini berkaitan erat atas serangan Israel dan Amerika.
Sejak dimulainya konflik, sejumlah pejabat Iran telah mengkritik peran IAEA. Menurut mereka, lembaga internasional itu ompong dalam mengutuk Israel dan Amerika. Selain itu, pada 12 Juni lalu menuduh Teheran tidak mematuhi kewajiban nuklirnya. Sehari setelahnya, Israel menyerang Iran.
Tidak hanya ditolak oleh pemerintah, Grossi juga dituduh sebagai mata-mata. Surat kabar Iran Kayhan baru-baru ini mengklaim dokumen yang menunjukkan Grossi adalah mata-mata Israel dan harus dieksekusi. Namun hal ini sempat dibantah oleh pemerintah Iran.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
