
Kendaraan militer bermanuver di Gaza, dilihat dari sisi perbatasan Israel, 10 Juni 2025. (Dok Reuters/Amir Cohen)
JawaPos.com-Bayang-bayang maut masih menggantung di langit Gaza. Sabtu (28/6) pagi, waktu setempat yang mencekam, militer Israel melontarkan ultimatum baru yang memicu kepanikan massal. Seluruh warga di sejumlah kota di jantung Gaza diperintahkan angkat kaki, atau bersiap menghadapi serangan tanpa ampun.
Dalam sebuah unggahan di platform X (dulu Twitter), Juru Bicara Militer Israel Avichay Adraee merilis peta digital yang mencengangkan. Wilayah Gaza Tengah ditandai dengan blok-blok bernomor. Zona merah yang disebutnya wilayah evakuasi menjadi target serangan berikutnya.
Di balik warna merah itu, tertera nama-nama kota yang telah dihuni ribuan keluarga Palestina selama puluhan tahun. Nuseirat, Al-Zahra, Al-Mughraqa, Al-Nuzha, Al-Bawadi, Al-Basma, Al-Bustan, Badr, Abu Huraira, Al-Rawda, dan Al-Safa.
“Zona konflik berbahaya,” ujar Adraee dalam narasinya, sembari menuduh kelompok bersenjata Palestina terus menembakkan roket ke wilayah Israel.
Ancaman itu datang bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam bentuk pemaksaan. Warga diminta segera mengevakuasi diri ke Al-Mawasi, sebuah wilayah di selatan yang diklaim tentara Israel sebagai aman.
Laporan di lapangan menyebutkan wilayah tersebut penuh sesak, kekurangan air, dan tak memiliki infrastruktur memadai untuk menampung eksodus massal.
Perintah ini bukan yang pertama. Sejak 7 Oktober 2023, Israel secara sistematis memecah Gaza menjadi blok-blok wilayah dalam peta militer yang digunakan untuk mendikte gerak rakyat sipil.
Peta yang semula ditujukan untuk pengamanan wilayah itu kini berubah menjadi alat teror visual. Siapa pun yang tinggal di area merah, tak peduli anak-anak, perempuan, atau lansia, berada dalam bidikan.
Akibat agresi yang terus berlangsung, lebih dari 90 persen dari 2,3 juta warga Palestina telah menjadi pengungsi di tanah mereka sendiri, berpindah-pindah tanpa kejelasan. Rumah tinggal mereka berubah menjadi puing, dan masa depan tergadai oleh peluru dan ledakan.
Krisis kemanusiaan ini terus memburuk. Di saat dunia menahan napas, warga Gaza hanya bisa berlari, tanpa tahu ke mana sebenarnya tempat aman itu berada. Sebab di Gaza hari ini, bahkan peta pun tak bisa dipercaya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
