Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth. (ABC News)
JawaPos.com-Suasana mendidih di Pentagon ketika Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth, meledak dalam konferensi pers yang berubah menjadi medan perang verbal.
Baca Juga: Terakhir Kali ke Jakarta Pakai Rantis, Keamanan Malaysia Dijamin PSSI selama Piala AFF U-23 2025
Dalam serangan langsung yang jarang terjadi terhadap media arus utama, Hegseth menuduh para jurnalis secara terang-terangan mendukung kegagalan Presiden Donald Trump dan meremehkan keberhasilan serangan udara besar-besaran Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.
“Ini sudah bukan soal berita lagi. Ini sudah menjadi agenda. Kalian bersorak jika Trump gagal,” sembur Hegseth dengan nada tajam, menuding langsung pada barisan wartawan yang hadir.
“Dalam darah kalian, dalam DNA kalian, kalian ingin serangan ini gagal. Bukan karena kalian peduli dengan fakta, tapi karena kalian benci Trump," lanjutnya.
Pernyataan keras ini muncul setelah beredarnya laporan intelijen awal dari Defense Intelligence Agency (DIA) yang menyebut hasil serangan Amerika hanya menunda program nuklir Iran selama beberapa bulan.
Laporan itu, disebut-sebut sebagai "bertingkat kepercayaan rendah", dengan cepat dikutip media sebagai indikasi bahwa serangan gagal mencapai tujuan strategisnya.
Namun Hegseth membantah keras. Ia menyebut laporan itu tidak lengkap, terburu-buru, dan dipelintir oleh media untuk menyerang pemerintahan Trump.
“Satu hari intelijen belum cukup menyimpulkan apapun. Tapi media buru-buru memakainya untuk menjatuhkan presiden,” katanya dikutip dari Fox News.
Ia menegaskan bahwa justru informasi baru menunjukkan sebaliknya: serangan udara AS, yang disebut sebagai Operation Midnight Hammer, telah menghancurkan tiga fasilitas nuklir vital Iran secara total.
Hegseth bahkan menyebutnya sebagai “serangan paling sukses dalam sejarah modern,” dan mengecam keras media karena alih-alih mengangkat keberhasilan pasukan AS, mereka justru sibuk “membocorkan informasi rahasia” untuk agenda politik.
“Ini bukan hanya tentang Trump. Ini soal para pilot B-2 dan F-35 kita. Ini soal para prajurit yang mempertahankan Al-Udeid di Qatar dari serangan balasan Iran. Dan kalian, media, memilih untuk menghancurkan narasi kemenangan ini,” ujarnya lantang.
Dengan nada membara, Hegseth menyimpulkan bahwa keberhasilan serangan udara ini membuka peluang langka untuk mendorong perjanjian damai dan mencegah Iran menjadi kekuatan nuklir. “Kita sedang menulis ulang peta geopolitik dunia. Tapi kalian lebih peduli untuk menulis ulang reputasi Trump," ucapnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
