
Kelompok Houthi menyerang kapal-kapal milik AS dan Inggris yang dilaporkan berhasil mencegat 21 misil dan drone di Laut Merah. (X/@Megatron_ron)
JawaPos.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian memanas setelah kelompok Houthi di Yaman, yang dikenal sebagai sekutu dekat Iran, mengancam akan kembali meluncurkan serangan terhadap kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) di Laut Merah.
Ancaman ini dilontarkan menyusul keputusan Washington untuk secara terbuka mendukung kampanye militer Israel terhadap Republik Islam Iran.
Dalam pernyataan resminya pada Minggu (22/6), kelompok bersenjata tersebut menegaskan kesiapan mereka untuk melancarkan serangan laut terhadap kekuatan militer Amerika.
“Kami menegaskan komitmen Republik Yaman terhadap pernyataan angkatan bersenjata bahwa mereka siap menargetkan kapal dan kapal perang AS di Laut Merah,” tulis mereka.
Mengutip JNS, pernyataan ini merujuk pada komentar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, yang secara eksplisit menyatakan: “Kami akan menargetkan kapal dan kapal perang AS di Laut Merah jika Washington ikut serta dalam serangan terhadap Iran.”
Ancaman ini bukan isapan jempol belaka. Houthi diketahui telah meningkatkan intensitas serangan terhadap Israel dalam beberapa minggu terakhir, termasuk serangan langsung yang menghantam dekat Bandara Internasional Ben-Gurion pada 4 Mei lalu.
Serangan rudal terbaru dari wilayah Yaman dilaporkan terjadi pada 16 Juni, sebagai bentuk solidaritas militer terhadap Iran yang tengah diserbu.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (21/6) mengklaim telah melakukan serangan udara yang "sangat sukses" terhadap tiga lokasi penting fasilitas nuklir Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan.
“Seluruh muatan bom dijatuhkan di situs utama, Fordow,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa semua pesawat kembali dengan selamat ke pangkalan.
Serangan ini dilancarkan hampir dua bulan setelah Trump sebelumnya mengumumkan penghentian sementara serangan terhadap Houthi, dengan dalih bahwa kelompok itu telah “berjanji menghentikan gangguan terhadap jalur pelayaran penting di Timur Tengah.”
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa konflik belum mereda. Bahkan, laporan terbaru menyebutkan bahwa kepala staf militer Houthi, Muhammad Abd al-Karim al-Ghamari, mengalami luka serius dalam serangan udara Israel pada 14 Juni lalu.
Situasi ini memperlihatkan bahwa Laut Merah kini tak lagi sekadar jalur perdagangan global, melainkan ladang konflik yang siap meledak kapan saja.
Jika ancaman Houthi benar-benar terealisasi, dunia mungkin akan menyaksikan babak baru dari perang terbuka antara poros Iran dan sekutunya melawan aliansi militer Amerika dan Israel.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
