
Asap membumbung di Teheran usai serangan yang diklaim dilakukan Israel, di tengah meningkatnya ketegangan Iran-Israel dan seruan evakuasi dari Presiden AS Donald Trump. (Reuters)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan tiga titik pusat nuklir Iran menjadi yang paling mematikan pada Sabtu (21/6). Tindakan negara yang dipimpin Donald Trump itu mendapat kecaman.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai serangan AS sudah keterlaluan dan sudah melanggar piagam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Abbas Araghchi mengingatkan seluruh anggota PBB untuk terus waspada terhadap aksi berbahaya dan kriminal ini. Serangan AS terhadap Iran juga akan memiliki konsekuensi yang bersifat kekal.
"Peristiwa pagi ini keterlaluan dan akan memiliki konsekuensi yang kekal. Setiap anggota PBB harus waspada atas perilaku yang sangat berbahaya, melanggar hukum, dan kriminal ini," kata Abbas Araghchi, seperti dikutip dari The New York Times, Minggu (22/6).
Lebih lanjut dalam sebuah unggahan di media sosial, Abbas Araghchi memastikan Iran memiliki hak yang sah untuk menanggapi serangan AS terhadap fasilitas nuklirnya. "Iran memiliki semua pilihan untuk mempertahankan kedaulatan, kepentingan, dan rakyatnya," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan ancaman kepada Iran soal serangan yang lebih besar jika tidak ada itikad perdamaian.
Hal ini disampaikan usai militer negaranya membantu Israel dengan menyerang 3 situs nuklir milik Iran, pada Sabtu (21/6), yang langsung dilanjutkan dengan seruan perdamaian.
"Akan ada perdamaian atau akan ada tragedi bagi Iran yang jauh lebih besar daripada yang telah kami lihat selama 8 hari terakhir. Ingat, ada banyak target yang tersisa," kata Trump dalam sebuah video yang disiarkan secara langsung melalui akun media sosial White House, dikutip Minggu (22/6).
Dalam keterangannya, Trump juga memastikan bahwa serangan udara ini tidak akan berlanjut jika ada itikad perdamaian dari Iran. Bahkan ia menyebut serangan yang dilakukan ke tiga titik pusat nuklir Iran menjadi yang paling mematikan.
"Malam ini merupakan yang paling sulit dari semuanya, dan mungkin yang paling mematikan. Tapi jika perdamaian tidak datang secara cepat, kami akan mengejar target-target lainnya dengan presisi, kecepatan, dan keterampilan," lanjut Trump.
Tak lupa, Trump menyampaikan pujian terhadap militer di negaranya. Menurut dia, tidak ada militer di dunia yang bisa melakukan serangan seperti yang sudah dilakukan terhadap Iran.
"Tidak ada militer di dunia yang bisa melakukan apa yang kami lakukan malam ini. Tidak pernah ada militer yang bisa melakukan apa yang telah terjadi," tuturnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
