
Asap membumbung di Teheran usai serangan yang diklaim dilakukan Israel, di tengah meningkatnya ketegangan Iran-Israel dan seruan evakuasi dari Presiden AS Donald Trump. (Reuters)
JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih. Amerika Serikat (AS) di bawah komando Presiden Donald Trump, dilaporkan telah menyetujui rencana Israel untuk menyerang Iran, meskipun keputusan final belum diumumkan.
Namun, dunia kini menahan napas: apakah AS benar-benar akan meluncurkan serangan militer besar-besaran ke jantung republik Islam?
CBS, mitra BBC di AS, melaporkan bahwa Trump hampir menarik pelatuk untuk menyerang fasilitas pengayaan uranium bawah tanah Iran di Fordo, titik kritis dalam program nuklir Iran.
“Saya bisa lakukan, bisa juga tidak,” ujar Trump pada Rabu (18/6), dengan nada penuh misteri yang membuat dunia semakin gelisah.
Trump menuntut Iran menyerah total tanpa syarat. Namun, Ayatollah Ali Khamenei dengan lantang menolak tunduk pada campur tangan AS dalam konflik di Timur Tengah itu.
Dalam pidato rekaman yang menggelegar di tengah langit Teheran yang kini digelayuti ketegangan, ia memperingatkan, “Setiap intervensi militer AS akan dibayar mahal. Bangsa Iran tidak akan menyerah.”
Tak gentar, Trump hanya membalas dengan sinis: “Semoga beruntung.” Tapi ia tetap menyimpan kartu trufnya. “Tak ada yang tahu apa yang akan saya lakukan,” katanya dingin.
Di medan tempur, Israel telah lebih dulu memukul Iran. Serangan udara ke fasilitas misil dan nuklir Iran berlangsung intens.
Iran membalas dengan meluncurkan rudal hipersonik, tanda bahwa perang tidak lagi di ambang, melainkan sudah menyala. Meski belum ada laporan kerusakan besar di Israel, dunia menyaksikan dua kekuatan besar saling hantam dengan kekuatan destruktif.
Khamenei muncul pertama kalinya sejak serangan Israel dimulai pada Jumat (13/6) lalu. Sikapnya tak berubah, menantang dan membakar semangat rakyatnya.
Di media sosial, Misi Iran untuk PBB mengecam Trump sebagai "penjaja perang yang putus asa mencari relevansi." Mereka menegaskan, “Iran tidak akan tunduk, tidak akan berdamai di bawah tekanan, dan tidak akan merangkak ke gerbang Gedung Putih.”
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dalam video resmi bahwa mereka kini menguasai langit Teheran.
"Kami menghantam dengan kekuatan besar rezim para ayatollah. Kami menyerang situs nuklir, misil, markas, dan simbol kekuasaan mereka," ucap Netanyahu, menggambarkan operasi militer Israel yang brutal dan sistematis.
Sementara itu, ribuan warga Iran memadati jalan-jalan keluar dari Teheran. Kota berpenduduk 10 juta jiwa itu berubah menjadi lautan pelarian, dengan suasana mencekam dan ketakutan yang merayap di setiap sudut.
Dikabarkan juga, dari Washington, Menteri Pertahanan Trump, Pete Hegseth, menyatakan bahwa Pentagon siap melaksanakan perintah apapun dari Presiden. Armada tempur AS pun mulai bergerak.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
