Akun instagram @pixelhelper (tangkapan layar @pixelhelper)
JawaPos.com - Jagat maya kembali dihebohkan dengan video yang diunggah akun Instragam @pixelhelper. Seruan memblokir akun dengan 16 ribu lebih pengikut pun memenuhi lini masa media sosial, seperti Instagram dan X.
Video berdurasi singkat itu menampilkan visualisasi Ka'bah, yang dikelilingi oleh sekelompok individu berbusana warna-warni seperti pelangi yang merupakan simbol LGBT. Video itu sontak memicu kehebohan publik.
Konten yang diduga hasil manipulasi digital atau AI itu menuai perdebatan sengit. Sebagian menganggapnya penistaan terhadap simbol suci Islam, sementara lainnya menyebutnya ekspresi identitas dan kritik sosial.
Akademisi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, M. Febriyanto Firman Wijaya, menilai video tersebut bukan sekadar konten provokatif, melainkan sebuah artefak digital yang mengandung makna kompleks.
“Ka'bah, sebagai salah satu simbol paling sakral dalam Islam, dalam visual itu dijadikan latar bagi ekspresi identitas yang secara tradisional dianggap bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan,” tuturnya, Senin (26/5).
Ia menilai bahwa visualisasi tersebut menggambarkan bagaimana simbol-simbol keagamaan bisa direkontekstualisasi dalam ruang digital, khususnya di era kecerdasan buatan yang berkembang pesat.
Oleh karena itu, konflik makna yang muncul dari sebuah gambar atau video di media maya tidak bisa dielakkan. Bagi mayoritas Muslim, unggahan tersebut bisa dipandang sebagai tindakan penistaan agama.
Namun dari perspektif berbeda, kelompok LGBT bisa menilai unggahan tersebut sebagai upaya mengekspresikan eksistensi, mengklaim ruang, atau menyuarakan protes atas diskriminasi yang mereka hadapi dalam konteks agama.
"Fenomena ini bagian dari “pop-up religion”, bentuk ekspresi keagamaan yang lahir di ruang digital dan sering menantang tatanan keagamaan tradisional," imbuh Febri.
“Kini siapa pun bisa menciptakan narasi keagamaan sendiri secara visual dan performatif. Estetika warna-warni dan gaya teatrikal menjadi cara untuk menarik perhatian dalam lautan informasi digital," tukasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
