Viral sebuah video yang menunjukkan siswa SD dari SDN 1 Kenayan, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sedang nyawer biduan. (Platform X).
JawaPos.com - Jagat maya mendadak gempar setelah sebuah video pendek viral di grup WhatsApp dan media sosial pada Jumat (16/1). Video tersebut merekam aksi seorang biduan perempuan yang asyik bernyanyi dan berjoget di atas panggung dengan latar belakang tulisan: Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Insiden yang memicu kecaman luas ini diketahui terjadi di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Dalam rekaman tersebut, sang biduan tampil mengenakan busana hitam dengan iringan musik semi orkes, tepat di lokasi yang seharusnya menjadi tempat ibadah dan pengajian.
Saksi Mata: Ada Aksi Saweran di Depan Tokoh Agama
Dikutip daru Radar Banyuwangi (JawaPos Group), kekecewaan mendalam dirasakan oleh warga sekitar. Ali Nurfatoni, warga Kecamatan Songgon, membenarkan lokasi kejadian tersebut. Ia mengaku sangat menyayangkan adanya hiburan dangdut di tengah momentum keagamaan.
“Benar, itu di Parangharjo, Songgon,” ujar Ali Nurfatoni saat dikonfirmasi.
Pria yang akrab disapa Boston ini mengaku terkejut karena di lokasi tersebut awalnya hadir para tokoh masyarakat dan pemuka agama. Bahkan, ia melihat adanya aksi saweran yang dianggap sangat tidak pantas.
"Saya melihatnya sangat miris. Kok bisa ada hiburan seperti itu di panggung peringatan Isra Mi’raj. Ini sudah kebablasan," tegasnya.
Klarifikasi Panitia: Hanya Hiburan untuk Tim Kebersihan
Merespons kegaduhan yang terjadi, Polsek Songgon bergerak cepat memanggil pihak penyelenggara. Ketua Panitia Acara, Muhammad Hadiyanto, mengakui adanya musik dangdut tersebut namun memberikan pembelaan bahwa acara hiburan dimulai setelah agenda utama selesai.
"Kami menggelar musik dangdut itu setelah selesainya kegiatan peringatan Isra Mi’raj. Itu juga atas permintaan masyarakat," ungkap Hadiyanto.
Ia berdalih bahwa saat biduan tersebut naik ke panggung, para kyai dan tamu undangan sudah meninggalkan lokasi. Hiburan tersebut diklaim hanya untuk menyemangati panitia yang sedang beres-beres.
"Untuk tamu undangan dan tokoh agama sudah pulang. Musik itu digelar untuk menghibur panitia yang sedang bersih-bersih lokasi pengajian," jelasnya.
Hadiyanto pun menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka. "Kami mohon maaf jika kegiatan ini dinilai mengganggu ketertiban dan menimbulkan kegaduhan di media sosial," tambahnya.
MUI Banyuwangi Berang, Singgung Potensi Penistaan Agama

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
