
Komika Pandji Pragiwaksono saat diwawancarai oleh awak media di Polda Metro Jaya pada Jumat (6/2). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Komika Pandji Pragiwaksono selesai melakukan klarifikasi di Polda Metro Jaya pada Jumat malam (6/2). Dia menegaskan bahwa dirinya menjalani setiap proses hukum tersebut pada posisi merasa tidak melakukan penistaan agama. Termasuk dalam pertunjukkan Mens Rea yang juga ditayangkan pada platform Netflix.
Pandji memastikan bahwa dirinya sudah menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh polisi kepada dirinya. Pertanyaan tersebut menyangkut pertunjukkan mens rea, khususnya yang berkaitan dengan laporan yang dibuat oleh pelapor dalam 5 laporan kepolisian di Polda Metro Jaya. Salah satunya terkait peninstaan agama.
”Saya menjalani prosesnya, saya mencoba untuk menjawab pertanyaan dari polisi sebaik mungkin,” kata dia kepada awak media.
Secara tegas, Pandji menyatakan bahwa dalam pertunjukan Mens Rea, dirinya tidak merasa melakukan penistaan agama. Mens Rea adalah pertunjukan stand up comedy yang dirancang oleh Pandji untuk membuat penonton tertawa. Namun demikian, dia tidak merasa materi yang dibawakan dalam pertunjukan tersebut mengandung unsur penistaan agama.
”Saya ada pada posisi tidak merasa melakukan penistaan agama. Jadi, prosesnya tadi berjalan cukup lancar, pertanyaannya terjawab dan kami ikuti prosesnya saja,” ucap Pandji.
Salah seorang pendiri komunitas Stand Up Comedy Indonesia itu menjelaskan bahwa pihaknya akan mengikuti seluruh proses hukum tersebut. Mulai awal sampai akhir. Termasuk diantaranya klarifikasi yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya hari ini. Menurut dia, klarifikasi yang berlangsung sejak siang sampai malam hari tersebut berjalan lancar.
”Pokoknya saya ikuti saja prosesnya dari awal sampai akhir. Sempat tadi break sebentar untuk ibadah. Tapi, berjalan dengan lancar,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Haris Azhar selaku penasihat hukum Pandji menyampaikan bahwa ada beberapa pasal yang digunakan oleh pelapor untuk melaporkan kliennya kepada polisi. Yakni Pasal 300, Pasal 301, Pasal 242, dan Pasal 243. Seluruhnya menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru.
”Jadi, polisi menyampaikan 4 pasal itu. Yang dicoba diklarifikasi kepada Pandji. Itu pasal-pasal dari KUHP yang baru,” ungkap dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022