Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Maret 2025 | 18.38 WIB

Peringatan Pandemi Baru: Virus Corona Mirip MERS Ditemukan di Kelelawar di Brasil, Ilmuwan Khawatirkan Risiko terhadap Manusia

Ilustrasi virus berbahaya yang mengancam manusia. (Freepik) - Image

Ilustrasi virus berbahaya yang mengancam manusia. (Freepik)

JawaPos.com – Meski badai pandemi Covid-19 telah berlalu, ancaman virus baru yang berpotensi menyebabkan wabah global masih menjadi perhatian para ilmuwan. Baru-baru ini, sebuah penelitian mengungkap keberadaan virus corona baru yang ditemukan pada kelelawar di Brasil.

Para peneliti menyoroti kemiripannya dengan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) dan mulai meneliti apakah virus ini dapat menginfeksi manusia.

Menurut laporan yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Virology, penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari São Paulo dan Ceará di Brasil, bekerja sama dengan para peneliti dari Universitas Hong Kong (HKU) di Tiongkok.

Studi ini mengidentifikasi bahwa virus yang ditemukan di Amerika Selatan tersebut memiliki urutan genetik yang mirip dengan MERS-CoV, virus yang pertama kali diidentifikasi pada 2012 dan diketahui dapat menyebabkan infeksi pernapasan serius.

Kemiripan dengan Virus MERS dan Potensi Risiko

Ilmuwan mengungkapkan bahwa virus baru ini memiliki kesamaan genetik sekitar 72 persen dengan MERS-CoV, sementara protein spike—bagian virus yang berperan dalam menginfeksi sel inang—memiliki kemiripan sebesar 71,74 persen dengan protein spike MERS.

Meski demikian, para peneliti belum dapat memastikan apakah virus ini memiliki kemampuan untuk menginfeksi manusia.

“Untuk saat ini, kami belum mengetahui apakah virus ini bisa menginfeksi manusia, tetapi kami mendeteksi bagian dari protein spike virus yang menunjukkan potensi interaksi dengan reseptor yang digunakan oleh MERS-CoV,” kata Bruna Stefanie Silvério, penulis utama penelitian ini, seperti dilansir dari Times of India, Selasa (18/3/2025).

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang potensi penularan virus ini ke manusia, tim peneliti berencana melakukan eksperimen lebih lanjut di Hong Kong sepanjang tahun ini.

Pemantauan Kelelawar dan Penemuan Virus Baru

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menganalisis 423 sampel usap oral dan rektal dari 16 spesies kelelawar berbeda yang dikumpulkan di Fortaleza, Brasil.

Dari analisis tersebut, mereka berhasil mengidentifikasi tujuh jenis virus corona, salah satunya memiliki kesamaan yang signifikan dengan MERS-CoV yang ditemukan pada manusia dan unta.

Lebih lanjut, mereka menemukan indikasi rekombinasi genetik, yaitu proses di mana virus dapat bercampur dan berevolusi, yang berpotensi mengubah cara penyebaran serta tingkat infektivitasnya.

Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan mutasi yang dapat membuat virus lebih mudah menular ke manusia.

Pentingnya Pengawasan Epidemiologi

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore