Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juli 2024 | 14.04 WIB

Kendaraan Penjelajah Curiosity Milik NASA Membuat Penemuan Menakjubkan di Planet Mars

Batu-batuan yang  pecah ketika Curiosity menabraknya di planet Mars. - Image

Batu-batuan yang pecah ketika Curiosity menabraknya di planet Mars.

JawaPos.com - Kendaraan penjelajah Curiosity milik NASA, membuat penemuan yang menakjubkan di planet Mars.

Menurut para ilmuwan, penemuan yang ada di Mars, belum pernah terlihat sebelumnya di planet merah yang misterius itu.

Penemuan yang menggemparkan ini, terjadi setelah Curiosity seberat satu ton melaju di atas tumpukan bebatuan.

Curiosity membelah salah satu bebatuan tersebut, ketika menyelidiki saluran Gediz Vallis yang dalam dan berkelok-kelok, yang diyakini terbentuk oleh air tiga miliar tahun yang lalu.

“Saya pikir ini adalah penemuan paling aneh dari keseluruhan misi dan yang paling tak terduga,” kata Ashwin Vasavada, ilmuwan proyek Curiosity di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di Pasadena, California, seperti dikutip dari New York Post.

“Saya harus mengatakan, ada banyak keberuntungan yang terlibat di sini. Tidak semua batu memiliki sesuatu yang menarik di dalamnya.”

Operator rover melihat batu putih di kejauhan, dan para ilmuwan ingin menyelidiki lebih jauh.

Pada tanggal 30 Mei 2024, Vasavada dan timnya meninjau gambar-gambar dari rover yang menunjukkan adanya batu yang hancur di jalur roda.

Setelah mereka memperbesar gambar hal yang menakjubkan ditemukan katanya, saat mereka melihat tekstur dan warna yang indah di dalam dari apa yang, pada awalnya tampak seperti batu Mars yang khas.

Mereka bahkan lebih terkejut lagi ketika analisis, membuktikan bahwa batu tersebut benar-benar mengandung belerang.

“Tidak ada yang memiliki belerang murni di kartu bingo mereka,” kata Vasavada.

Batuan belerang biasanya yang indah, tembus cahaya dan mengkristal, menurut Vasadava. Tetapi jutaan tahun pelapukan mengikis bagian luar bebatuan itu, memadukannya dengan lanskap Mars yang berwarna oranye.

Curiosity sebelumnya telah menemukan sejumlah sulfat, atau garam yang mengandung belerang yang terbentuk ketika air menguap.

Belerang murni hanya terbentuk di Bumi dalam kondisi ekstrem, seperti proses vulkanik atau di mata air panas, demikian yang dikutip dari New York Post.

Saluran Gediz Vallis digali di sisi Gunung Sharp setinggi 3 mil, yang telah didaki dengan mantap selama 10 tahun.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore