
Selfie rover Curiosity di Mars sejak menjalankan misinya pada 2012. (The Guardian)
JawaPos.com — Penemuan terbaru oleh NASA melalui wahana penjelajah Curiosity, sebuah rover yang beroperasi di Mars, kembali menggeser arah eksplorasi antariksa global. Ilmuwan mendeteksi molekul organik di permukaan Mars yang diyakini sebagai blok kimia dasar kehidupan, membuka kemungkinan baru dalam pencarian asal-usul kehidupan di luar Bumi.
Temuan ini merupakan bagian dari kompetisi global dalam eksplorasi ruang angkasa yang kini juga melibatkan aktor swasta dan tokoh besar seperti Elon Musk hingga Jeff Bezos. Mars menjadi titik fokus strategis, tidak hanya bagi sains, tetapi juga ambisi geopolitik dan teknologi masa depan.
Dilansir dari The Guardian, Rabu (22/4/2026), wahana penjelajah Curiosity menemukan tujuh molekul organik di dasar danau purba dekat ekuator Mars. Dari jumlah tersebut, lima molekul dilaporkan belum pernah teridentifikasi sebelumnya di planet tersebut.
Profesor Amy Williams menyatakan, “Kami menduga ini adalah materi organik yang telah terawetkan di Mars selama 3,5 miliar tahun. Apakah ini kehidupan? Kami tidak dapat memastikannya berdasarkan informasi ini.”
Temuan tersebut belum dapat memastikan asal-usul senyawa yang terdeteksi, apakah berkaitan dengan kehidupan mikroba purba atau terbentuk melalui proses geologis maupun hantaman meteorit. Namun, hasil ini mengindikasikan bahwa apabila kehidupan pernah muncul di Mars, jejak kimianya berpotensi masih tersimpan hingga kini.
Sejak mendarat pada 2012, Rover Curiosity menjelajahi Kawah Gale hingga lereng Gunung Sharp di Mars dalam kondisi lingkungan yang sangat ekstrem. Suhu pada malam hari dapat turun hingga di bawah minus 100 derajat Celsius, sementara atmosfer yang sangat tipis membuat permukaan planet tersebut terpapar radiasi tinggi. Namun, miliaran tahun lalu, para ilmuwan meyakini bahwa Mars memiliki air cair dan atmosfer pelindung.
Dalam konteks ini, Profesor Andrew Coates dari University College London menegaskan, “Mars memiliki semua kondisi untuk memulai kehidupan saat kehidupan mulai muncul di Bumi. Tidak ada alasan yang diketahui mengapa hal itu tidak terjadi di Mars juga.” Pernyataan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah layak huni.
Namun, pertanyaan krusial tetap ada: apakah jejak kimia tersebut mampu bertahan selama miliaran tahun? Williams mengakui, “Selama ini kami mengira semua materi organik akan rusak parah akibat radiasi keras. Sangat menarik melihat bahwa material kompleks dapat bertahan di bawah permukaan.”

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
