Hegemoni kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) membuat volatilitas pasar keuangan global menguat. (Instagram/@realdonaldtrump)
JawaPos.com–Pada pidato di Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee pada Kamis (18/7), calon presiden (capres) Donald Trump juga mengingat peristiwa penembakan dirinya saat berkampanye di Butler, Pennsylvania.
Dilansir Mail Online pada Jumat (19/7), Donald Trump terlihat emosional dan memeluk istrinya, Melania Trump saat membicarakan hal tersebut.
Hadir dengan perban di telinga, Donald Trump juga memeluk keluarga dan cucunya dengan disambut tepuk tangan meriah dari para pendukungnya. Dia mengawali 15 menit pertama pidatonya tentang penembakan dirinya.
Saat peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya tersebut, Trump mendengar suara mendesing keras yang menghantamnya di telinga.
”Saya berkata pada diri sendiri, Wow, apa itu, itu pasti peluru. Dan saya menggerakkan tangan kanan ke telinga dan muncul lumuran darah,” kata Trump dalam pidatonya.
Dia mengaku penembakan yang terjadi pada Sabtu (13/7), membuatnya bertekad untuk mempersatukan bangsa.
”Perselisihan dan perpecahan dalam masyarakat harus diatasi. Sebagai warga Amerika, kita terikat oleh satu tujuan yang sama. Kita bangkit bersama atau kita akan hancur berantakan,” ucap Trump capres berusia 78 tahun itu.
Donald Trump juga menyempatkan untuk mengenang salah satu korban dalam peristiwa di Butler. Corey Comperatore juga turut menjadi korban dalam tragedi yang memilukan tersebut.
Corey Comperatore merupakan seorang pemadam kebakaran yang saat hari kejadian datang bersama keluarga di acara kampanye capres Donald Trump. Dilansir CBS News, mantan presiden Amerika Serikat tersebut juga memeluk helm dan jaket pemadam kebakaran milik Comeperatore di atas panggung sebelum meminta para hadirin untuk hening sejenak.
Dalam peristiwa penembakan tersebut, Corey Comperatore berusaha melindungi keluarga. Banyaknya peluru yang berdatangan, membuat pria berusia 50 tahun itu bertindak seperti tameng bagi keluarga dan akhirnya tertembak.
Sebagai seorang ayah, Comperatore harus pergi meninggalkan istri dan dua putrinya. Pihak keluarga dalam sebuah pernyataan pada Kamis (18/7), menyebutnya sebagai ayah dan suami tercinta serta seorang sahabat bagi banyak orang di seluruh wilayah Butler.
Selain itu, anggota DPR Pennsylvania Marci Mustello mengatakan, Comperatore pernah menjabat sebagai kepala pemadam kebakaran di Buffalo Township Fire Company. Korban adalah pelayan publik yang berdedikasi dan seorang pahlawan Amerika sejati.
Selain Corey Comperatore, terdapat dua korban yang masih dalam keadaan kritis. Yaitu David Dutch yang berusia 57 tahun dan James Copenhaver, 74. Saat ini, Trump telah mengumpulkan 6 juta dollar atau sekitar Rp 97 miliar lebih untuk membantu ketiga keluarga korban.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
