
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (Antara/Reuters/Andrew Kelly)
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, meminta para anggotanya untuk tidak meningkatkan ketegangan dengan melakukan pembalasan terhadap Iran.
Dilansir dari The Guardian, Guterres menyerukan pada beberapa pihak untuk menahan diri secara maksimal menyusul serangan balasan Iran terhadap Israel.
Dalam sebuah pertemuan dewan keamanan PBB, Minggu (14/4), Guterres mengatakan, "Timur Tengah sedang berada di ujung tanduk. Orang-orang di wilayah ini menghadapi bahaya nyata dari konflik skala penuh yang menghancurkan. Sekaranglah saatnya untuk meredakan dan menurunkan eskalasi."
Iran meluncurkan pesawat tak berawak dan rudal-rudal peledak pada hari Sabtu saat serangan langsung pertamanya ke wilayah Israel.
Serangan yang dilakukan Iran merupakan respon atas serangan yang diduga dilakukan Israel terhadap kompleks kedutaan besar Iran di Syria pada tanggal 1 April lalu.
Serangan tersebut menewaskan para komandan tertinggi Garda Revolusi dan menyusul bentrokan selama berbulan-bulan antara Israel dan sekutu regional Iran yang dipicu oleh perang di Gaza.
Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, mengatakan bahwa Dewan Keamanan memiliki kewajiban untuk tidak membiarkan tindakan Iran tidak ditanggapi.
"Dalam beberapa hari mendatang, dan dengan berkonsultasi dengan negara-negara anggota lainnya, Amerika Serikat akan menjajaki langkah-langkah tambahan untuk meminta pertanggungjawaban Iran di PBB," ujarnya.
Semenara itu, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengatakan bahwa tindakan negaranya diperlukan dan proporsional. Ia mengatakan bahwa meskipun Teheran tidak menginginkan eskalasi atau perang di wilayah tersebut dan tidak berniat untuk terlibat dalam konflik dengan AS, Iran memiliki hak untuk membela diri.
"Jika AS memulai operasi militer terhadap Iran, warganya, atau keamanan dan kepentingannya, Iran akan menggunakan hak yang melekat pada dirinya untuk merespons secara proporsional," katanya.
Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, menuduh Iran melanggar hukum internasional dalam pertemuan tersebut dan memutar sebuah video di sebuah tablet yang menurutnya menunjukkan pencegatan pesawat tak berawak Iran di atas kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, salah satu tempat tersuci dalam Islam.
Erdan meminta Dewan Keamanan untuk mengutuk Iran, memberlakukan kembali sanksi-sanksi dan menetapkan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teror.
"Tombol tunda tidak lagi menjadi pilihan," kata Erdan.
Dilansir dari The Print, Israel mengatakan bahwa 185 pesawat tak berawak, 110 rudal permukaan-ke-permukaan, dan 36 rudal jelajah ditembakkan ke negara itu dalam apa yang disebut Teheran sebagai Operasi Janji Jujur. Mayoritas senjata tersebut diluncurkan dari Iran dan sisanya dari Irak dan Yaman.
Sementara itu, seorang pejabat senior militer AS mengatakan bahwa AS menilai "tidak ada kerusakan yang signifikan di dalam wilayah Israel sendiri" setelah serangan rudal dan pesawat tak berawak Iran,

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
