Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 April 2024 | 22.07 WIB

Yordania Tembak Jatuh Puluhan Drone Iran yang Diluncurkan ke Israel, Begini Kata Pakar Hukum Internasional

Idul Fitri menjadi momen paling membahagiakan untuk Hikmahanto. Ia biasanya mengisi Idul Fitri dengan Salat Ied bersama, berdoa bersama, hingga makan dan berfoto bersama - Image

Idul Fitri menjadi momen paling membahagiakan untuk Hikmahanto. Ia biasanya mengisi Idul Fitri dengan Salat Ied bersama, berdoa bersama, hingga makan dan berfoto bersama

JawaPos.com - Iran meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal ke wilayah Israel pada Sabtu sampai Minggu (14/4) dini hari. Iran memiliki alasan menyerang Israel. Serangan tersebut sebagai balasan setelah Israel menyerang kantor Kedutaan Iran di Damaskus, Syria, beberapa waktu lalu. Iran mendasarkan diri pada hak untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.

Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel pada Sabtu (13/4) yang berisiko memicu konflik regional yang melibatkan pasukan militer Amerika Serikat. Mengutip laman Aljazeera, serangan ini menandai pertama kalinya Iran melancarkan serangan militer langsung ke Israel.

Di tengah aksi balasan Iran terhadap Israel, angkatan udara Yordania mencegat dan menembak jatuh puluhan drone Iran yang melanggar wilayah udaranya yang menuju ke Israel. Hal ini dinilai oleh banyak pihak sebagai aksi yang kurang elok mengingat Yordania juga merupakan negara Muslim.

Mengapa Yordania mencegat drone dan rudal yang mengarah ke Israel? Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai aksi tersebut mungkin didasari oleh perbedaan pandangan dengan Iran terkait Palestina.

"Yordania mungkin berseberangan dengan Iran terkait Palestina," terang Hikmahanto melalui pesan singkatnya kepada JawaPos.com, Minggu (14/4).

Dirinya melanjutkan, perbedaan sikap tersebut didasari pada Iran yang mendukung Hamas yang banyak bergerak di Gaza. Sementara, Yordania mendukung Fatah.

"Kalau Iran kan mendukung Hamas yang banyak di Gaza. Sementara Yordania mendukung Fatah," jelas Hikmahanto. Diketahui, Hamas bukanlah satu-satunya faksi besar di Palestina. Hamas memiliki rival internal yang juga kuat yakni Fatah.

Hikmahanto memaparkan, Fatah dan Yordania mendukung konsep 'Two States Solution'. Sebuah gagasan yang mendukung adanya negara Israel yang berdampingan dengan negara Palestina yang merdeka.

"Tidak demikian dengan Hamas yang didukung Iran. Mereka tidak setuju ada negara Israel di atas tanah Palestina," ucap Hikmahanto.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore