Profesor di sekolah kedokteran menyerahkan formulir pengunduran diri di sebuah rumah sakit di Seoul, Korea Selatan. (Sumber Foto: Yonhap/Reuters)
JawaPos.com – Semakin meluasnya pemogokan dokter di negara Korea Selatan, kini para profesor kedokteran di Korea Selatan mengatakan akan mengurangi jam praktik dan berencana untuk mengundurkan diri.
Dilansir dari The Guardian, untuk mendukung para dokter peserta pelatihan, langkah ini akan dimulai pada hari Senin untuk menyuarakan soal rencana pemerintah yang berencana meningkatkan penerimaan sekolah kedokteran.
Presiden Asosiasi Profesor Medis Korea, Kim Chang-soo, mengatakan para profesor akan mulai mengurangi pengobatan rawat jalan untuk fokus pada pasien darurat dan sakit parah, sementara yang lain akan mengajukan pengunduran diri mereka.
“Jelas bahwa peningkatan penerimaan sekolah kedokteran tidak hanya akan merusak pendidikan sekolah kedokteran tetapi juga menyebabkan runtuhnya sistem layanan kesehatan di negara kita,” katanya.
Dokter Korea Selatan memegang plakat bertuliskan ‘Penentangan terhadap peningkatan jumlah sekolah kedokteran’ selama demonstrasi.
Karena hal ini, Perdana Menteri Han Duck-soo mengisyaratkan kemungkinan penangguhan izin medis bagi dokter peserta pelatihan yang mogok.
Baca Juga: Penyebab Bau Mulut saat Puasa, Dokter UGM: Turunnya Produksi Saliva dan Permasalahan Kesehatan Mulut
Unjuk rasa ini sendiri dilakukan oleh anggota Asosiasi Medis Korea (KMA), yang merupakan kelompok lobi medis terbesar.
Para calon dokter telah melakukan pemogokan sejak tanggal 20 Februari karena rencana untuk meningkatkan jumlah siswa yang diterima di sekolah kedokteran setiap tahunnya mulai tahun 2025.
Rencana ini dibuat untuk mengatasi kekurangan di daerah pedesaan dan meningkatnya permintaan terhadap layanan yang disebabkan oleh populasi penuaan Korea Selatan yang pesat.
Baca Juga: IDI Kabupaten Bogor Perketat Pengawasan Klinik-klinik, Setelah Viral Ada Dokter Gadungan di Bekasi
Namun para dokter yang mogok, yang merupakan 93% dari angkatan kerja peserta pelatihan, menyatakan bahwa perekrutan 2.000 siswa tambahan setiap tahun mulai tahun 2025 akan mengurangi kualitas layanan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
