Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Mei 2026 | 20.51 WIB

Gaji 4 Bulan Tak Dibayar! Pemain PSBS Biak Mogok Lawan Dewa United, Manajemen Mengadu ke Dewan Direksi Klub

PSBS Biak saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United imbas tak gajian 4 bulan. (Dok. PSBS) - Image

PSBS Biak saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United imbas tak gajian 4 bulan. (Dok. PSBS)

JawaPos.com — Ancaman mogok dilakukan pemain PSBS Biak menjelang laga melawan Dewa United di kompetisi Super League 2025/2026 pada Jumat (8/5/2026) akibat tunggakan gaji selama empat bulan, memicu krisis internal yang berpotensi mengganggu jalannya kompetisi di fase akhir musim.

Situasi ini memuncak setelah para pemain menggelar pertemuan internal pada Selasa (5/5/2026) malam bersama manajer, staf ofisial, dan pelatih.

Dalam forum tersebut, muncul satu suara tegas: hak pemain harus diselesaikan sebelum mereka kembali turun ke lapangan.

Mengapa pemain PSBS Biak memilih mogok bertanding?

Keputusan mogok bukan tanpa alasan, melainkan bentuk akumulasi kekecewaan atas keterlambatan pembayaran gaji selama empat bulan.

Kondisi ini dinilai sudah melewati batas toleransi, apalagi kompetisi tinggal menyisakan beberapa pertandingan penting hingga Mei 2026.

Salah satu pemain senior, Nelson Alom, menyampaikan langsung tuntutan tersebut dalam pertemuan. “Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa,” ujarnya pada Selasa (5/5/2026) malam.

Pernyataan itu mencerminkan sikap kolektif ruang ganti yang sudah solid dan tidak lagi bersifat individual. Para pemain sepakat untuk tidak mengambil risiko bermain tanpa kepastian hak finansial mereka dipenuhi oleh manajemen klub.

Apa saja tuntutan utama para pemain?

Selain meminta pelunasan gaji, pemain juga menuntut adanya prioritas dalam penggunaan dana jika manajemen telah mendapatkan sumber pembiayaan.

Mereka menilai pembayaran gaji pemain harus menjadi prioritas utama dibanding kebutuhan lain di dalam klub.

“Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain,” tegas Nelson. Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik terbuka terhadap pengelolaan keuangan klub yang dianggap tidak transparan dan tidak berpihak kepada pemain.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore