Motaz Azaiza saat diwawancarai Al Jazeera.
JawaPos.com – Motaz Azaiza adalah seorang jurnalis foto asal Gaza yang menjadi saksi mata dan pelapor dari perang Israel terhadap Jalur Gaza selama 107 hari.
Melalui media sosial, ia membagikan foto-foto dan video yang menunjukkan dampak dari serangan udara, roket, dan bom Israel terhadap warga sipil Palestina.
Motaz Azaiza baru-baru ini meninggalkan Gaza dan tiba di Qatar, tempat ia diwawancarai oleh program The Stream di Al Jazeera pada Selasa, 30 Januari 2024.
Dalam wawancara tersebut, ia mengungkapkan perasaan dan pengalaman yang dialaminya selama berada di Gaza, termasuk kehilangan teman-temannya akibat bom Israel, dilansir dari Al Jazeera, Kamis (1/2).
Motaz Azaiza mengatakan bahwa ia merasa bersalah karena meninggalkan Gaza, sementara begitu banyak rakyat di Gaza masih hidup dalam ketakutan dan penderitaan.
Ia juga mengatakan bahwa ia berharap dapat kembali ke Gaza jika mendapat kesempatan, dia terus berharap untuk kemerdekaan dan kedamaian rakyat Palestina.
Reporter di acara tersebut bertanya lada Motaz, “Bagaimana dengan mimpi-mimpimu? Mimpi-mimpimu sebelum perang ini terjadi? Apakah mereka masih sama?”
“Saya sudah tidak peduli lagi dengan mimpi saya. Karena semua yang saya lihat di Gaza. Dulu sebelum semua ini terjadi, bahkan mendapatkan kamera baru adalah sebuah mimpi, begitupun bepergian ke tempat lain,” ucap Motaz Azaiza.
Melalui wawancara tersebut ia menuturkan, “Sekarang saya tidak peduli lagi. Bagaimana saya bisa hidup normal setelah melihat semua ini, dan kehilangan semua ini. Bagaimana saya bisa menikmati hidup ini setelah kehilangan teman-teman saya yang sangat saya sayangi. Semua di Gaza hancur. Saya kehilangan banyak orang. Saya selalu merasa bersalah.”
“Saya merasa bersalah karena sekarang saya bisa minum air bersih, duduk di sofa yang nyaman, tidak ada drone di atas kepala saya yang ingin membunuh saya, tidak melihat potongan-potongan tubuh manusia setelah serangan udara Israel, tidak melihat kehancuran,” lanjutnya.
“Saya merasa bersalah karena bisa hidup seperti ini. Saya ingin semua rakyat di Gaza bisa hidup seperti ini. Jadi pikiran saya akan selalu ada di sana sampai Gaza bangkit kembali,” pungkas Motaz.
Motaz Azaiza mendapatkan banyak dukungan dan penghargaan dari masyarakat internasional atas keberaniannya yang menginspirasi. Ia bahkan dinobatkan sebagai Man of the Year 2023 oleh majalah GQ Middle East.
Namun, ia juga mendapatkan kritik dan ejekan dari sebagian orang, termasuk aktris asal Amerika Debra Messing, yang mengejeknya karena meninggalkan Gaza.
Motaz Azaiza menanggapi kritik tersebut dengan tenang dan bijak. Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah menginginkan perang, dan bahwa ia hanya ingin hidup dengan damai dan bebas. Ia juga mengatakan bahwa ia akan terus berjuang untuk hak-hak rakyat Palestina melalui kamera dan media sosialnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
