
Keluarga membawa rakyat Palestina yang akan dimakamkan di RS Naseer/ MEMO
JawaPos.com – Pemblokiran Israel terhadap bantuan kemanusian baik dari beberapa negara hingga dari PBB menyebabkan bencana kesehatan yang memprihatinkan di Palestina.
Selama serangan-serang Israel yang sangat intens di Gaza, banyak fasilitas umum termasuk fasilitas medis hancur dan tidak bisa beroperasi secara maksimal.
Beberapa waktu lalu, Israel melakukan kebijakan keji dengan menolak masuk bantuan kemanusian dari PBB untuk Gaza. Pemblokiran Bantuan oleh Israel ini mempengaruhi kesehatan rakyat Palestina.
Dilansir dari MEMO (23/1), Situasi kesehatan di Khan Yunis, sebuah kota di Jalur Gaza selatan, telah mencapai tingkat bencana akibat serangan Israel.
Hal ini terlihat dari banyaknya orang yang terluka dan terbaring di koridor rumah sakit, ujar Kementerian Kesehatan di daerah kantong Palestina pada hari Senin (22/1).
Kementerian dalam keterangan tertulisnya mengatakan, situasi kesehatan di Khan Yunis saat ini berada pada tingkat bencana yang tidak dapat digambarkan. Banyak orang yang terluka tergeletak di lantai Rumah Sakit Nasser.
Masalah besar saat ini adalah kesulitan dan keterlambatan dalam mengangkut korban luka ke Rumah Sakit Al-Nasr, hal ini membahayakan nyawa rakyat Palestina, ujar kementerian memberikan rincian tentang kesulitan yang dihadapi oleh pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Masalah Kesehatan ini menekankan tantangan besar yang dihadapi oleh tim kesehatan ketika mereka berupaya merawat puluhan pasien yang terluka parah, meskipun kondisinya mengerikan, termasuk kekurangan pasokan medis dan obat-obatan.
Kementerian Kesehatan telah mengumumkan bahwa, sebagai akibat dari serangan Israel yang menargetkan daerah tempat pengungsian.
Kini kuburan massal telah digali di kompleks Rumah Sakit Al-Nasr untuk tempat 40 orang yang akan dimakamkan.
Seorang koresponden Anadolu di wilayah tersebut melaporkan bahwa penduduk di Khan Yunis tidak dapat mencapai kuburan karena pemboman besar-besaran oleh tentara Israel dan terpaksa menguburkan korban tewas di kompleks Rumah Sakit Al-Nasr.
Kantor Media Gaza sebelumnya menyatakan bahwa, pasukan Israel menargetkan lima tempat perlindungan di Khan Yunis yang mana menjadi tempat 30.000 rakyat Palestina mencari perlindungan.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa Israel mengklaim pusat-pusat tersebut aman, sehingga mengundang orang untuk berlindung di sana dan kemudian melakukan serangan yang menargetkan mereka.
Disampaikan juga bahwa, Israel secara langsung menargetkan Universitas Al-Aqsa, sekolah-sekolah, dan Tempat Perlindungan Industri Khan Yunis, sehingga mengakibatkan banyak korban jiwa.
Israel melancarkan serangan mematikan di Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober, menewaskan sedikitnya 25.295 warga Palestina dan melukai 63.000 lainnya. Hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
