
Pangkalan udara Ain al-Assad yang menjadi markas militer AS di Irak.
Jawapos.com - Irak menginginkan pasukan militer pimpinan Amerika Serikat (AS) keluar dari wilayahnya secara cepat dan tertib.
Dilansir dari REUTERS, seruan tersebut diajukan oleh sebagian besar fraksi Muslim Syiah.
Menurut Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani, kehadiran pasukan AS dianggap telah mengganggu stabilitas di tengah dampak regional dari Irak akibat perang Gaza.
Sudani juga mengatakan, belum menetapkan batas waktu terkait pengeluaran pasukan militer tersebut.
Seruan pengusiran ini juga semakin meningkat usai serangkaian serangan AS terhadap kelompok militan Iran yang juga merupakan bagian dari pasukan keamanan formal Irak.
Saling serang antara tentara AS dan militan Iran sejak Israel melancarkan kampanyenya di Gaza, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Irak dapat menjadi arena konflik regional.
“Ada kebutuhan untuk mengatur ulang hubungan ini sehingga tidak menjadi target atau pembenaran bagi pihak mana pun, baik internal maupun asing, untuk merusak stabilitas di Irak dan kawasan,” kata Sudani kepada Reuters dalam sebuah wawancara di Bagdad, Selasa (9/1).
Meski khawatir dengan adanya konflik regional, Baghdad telah berulang kali mengatakan bahwa serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap pasukan asing dan misi diplomatik adalah tindakan ilegal dan bertentangan.
Mereka juga mengatakan, pemerintah Baghdad telah menangkap beberapa pelaku dan mencegah serangan.
Menanggapi hal tersebut, Pentagon pada hari Senin (8/11)mengatakan, pihaknya tidak memiliki rencana untuk menarik pasukan AS, yang berada di Irak.
Penarikan pasukan kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran di Washington mengenai pengaruh musuh bebuyutan yakni Iran terhadap elit penguasa di Irak.
Sebagai informasi, pasukan pimpinan AS telah menginvasi Irak dan menggulingkan mantan pemimpinnya yakni Saddam Hussein pada tahun 2003.
Washington kemudian menarik diri pada tahun 2011 namun kembali pada tahun 2014 untuk melawan ISIS sebagai bagian dari koalisi internasional. AS sendiri saat ini memiliki sekitar 2.500 tentara di Irak.
Dengan dikalahkannya ISIS secara teritorial pada tahun 2017, Sudani mengatakan, seharusnya penempatan tentara AS di Irak sudah berakhir.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
