
Presiden AS, Joe Biden.
Jawapos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) bicarakan kekejaman Hamas selama perang dengan Israel, saat berbicara pada penggalangan dana politik di Boston.
Dikatakan Joe Biden pada Selasa (05/12) bahwa Hamas telah berulang kali memperkosa perempuan dan memutilasi tubuh mereka selama serangan 7 Oktober di Israel selatan, mengutip para penyintas dan saksi serangan tersebut.
“Laporan mengenai perempuan yang diperkosa berulang kali dan tubuh mereka dimutilasi saat masih hidup, mayat perempuan dinodai Hamas menimbulkan rasa sakit dan penderitaan sebanyak mungkin pada perempuan dan anak perempuan dan kemudian membunuh mereka. Ini sangat mengerikan,” ujar Joe Biden.
Presiden ke 46 AS tersebut kemudian menyeru organisasi internasional, masyarakat sipil dan individu untuk mengutuk kekerasan seksual tanpa terkecuali.
Sementara itu, Polisi Israel sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan seksual yang dilakukan oleh beberapa ratus orang yang mereka tangkap setelah serangan 7 Oktober.
"Para korban disiksa, dianiaya secara fisik, diperkosa, dibakar hidup-hidup, dan dipotong-potong,” ujar Kementerian Kehakiman Israel.
Israel mengadakan acara di PBB di New York pada hari Senin yang berfokus pada kekerasan seksual terhadap perempuan selama serangan 7 Oktober. Israel mengkritik tanggapan badan dunia tersebut terhadap serangan tersebut.
Baca Juga: Muslim AS Tak Ingin Joe Biden Kembali Terpilih jadi Presiden, Alasannya Terkait Dukungan ke Israel
"Sebagai komunitas global, kita harus menanggapi kekerasan seksual yang dipersenjatai, di mana pun hal itu terjadi, dengan kecaman mutlak. Tidak ada pembenaran dan tidak ada alasan. Pemerkosaan sebagai senjata perang adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menceritakan kejadian tersebut dalam video yang direkam sebelumnya.
Menanggapi hal itu, pihak Hamas naik pitam dan mengatakan bahwa tuduhan yang disampaikan Joe Biden tidak berdasar.
Bahkan, akibat tuduhan tak berdasar yang disampaikan Joe Biden, tak sedikit masyarakat yang merasa geram dengan ucapan orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut.
Dalam sebuah pernyataan di saluran Telegramnya, Hamas mengatakan mereka mengecam “usaha Biden untuk menuduh secara salah” para pejuangnya melakukan kekerasan seksual dan pemerkosaan pada 7 Oktober.
Kelompok Islam tersebut mengatakan Presiden ke-46 AS tersebut bergabung dengan upaya Israel dalam menutupi kejahatan perang di Gaza yang dilakukan dengan dukungan AS.
***
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022