
Roket Korea Selatan sedang meluncur dari California / sumber: Kyodo News
JawaPos.com – Korea Utara telah mengakhiri perjanjian lima tahun dengan Seoul yang bertujuan untuk meredakan ketegangan militer.
Konflik ini bermula ketika Pyongyang mengumumkan sukses meluncurkan satelit mata-mata ke luar angkasa pada Selasa (21/11).
Dikarenakan Seoul mengutuk keras peluncuran tersebut, pada Rabu (22/11) pagi, pejabat tinggi setuju untuk segera melanjutkan operasi pengawasan di sepanjang perbatasan.
Hal ini memungkinkan Korea Selatan untuk memantau pos-pos terdepan Korea Utara dan senjata artileri jarak jauh.
Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap zona larangan terbang yang ditetapkan berdasarkan Perjanjian Militer Komprehensif pada tahun 2018 tersebut.
Pada Sabtu (2/12), Korea Selatan mengumumkan peluncuran satelit mata-mata pertamanya, setelah Korea Utara berhasil menempatkan satelitnya ke dalam orbit untuk pertama kalinya.
Satelit Korea Selatan tersebut kini berada di orbit setelah diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Pangkalan Luar Angkasa Vandenberg di California pada Jumat (1/12) pagi waktu setempat.
Dikutip dari Kyodo News pada Minggu (3/12), menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, satelit tersebut telah berhasil menjalankan komunikasi dengan stasiun bumi di luar negeri.
Satelit mata-mata ini merupakan yang pertama dari lima satelit yang direncanakan akan diluncurkan oleh Korea Selatan ke orbit hingga akhir 2025 yang menggunakan roket AS.
Sumber militer Korea Selatan memperkirakan bahwa satelit pertama ini akan beroperasi penuh dalam waktu empat hingga enam bulan.
Meskipun peluncuran awalnya dijadwalkan pada Kamis (30/11), peluncuran tersebut mengalami penundaan karena cuaca buruk.
Menanggapi hal itu, Pyongyang berkomitmen untuk sepenuhnya membatalkan perjanjian tersebut serta mengirimkan pasukan dan peralatan militer yang lebih kuat ke perbatasan.
Pemerintah Pyongyang menyatakan bahwa tentaranya tidak lagi terikat oleh Perjanjian Militer Utara-Selatan tanggal 19 September.
Mereka berjanji untuk mencabut semua langkah yang diambil untuk mencegah konflik militer di berbagai sektor, termasuk darat, laut, dan udara.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
