
Adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, menuduh AS bermuka dua.
JawaPos.com – Hubungan Korea Utara dengan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini memanas. Hal ini karena saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong beserta seorang pejabat senior mengatakan AS menunjukkan standar ganda yang ekstrem.
Klaim Washington dinilai bermuka dua ini didapatkan ketika negara tersebut mengikuti pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) minggu ini. Dilansir dari Reuters, klaim standar ganda diungkapkan oleh Kim Yo Jong saat AS membahas mengenai peluncuran satelit mata-mata Korea utara baru baru ini.
Pertemuan Dewan Keamanan PBB tersebut memicu pertengkaran publik yang jarang terjadi antara Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield dan Duta Besar Korea Utara Kim Song, keduanya berpendapat bahwa aktivitas militer negara mereka bersifat defensif.
Kim Yo Jong mengatakan, Thomas-Greenfield menyoroti upaya untuk membuka kembali perundingan dengan Pyongyang meskipun negara tersebut tidak memiliki dasar yang dapat dibenarkan untuk menolak hak kedaulatan atas pengembangan ruang angkasa.
Selain itu, AS dinyatakan sebagai negara bermuka dua tak lain karena berusaha membuka hubungan diplomatik dengan Pyongyang namun dipadukan dengan aktivitas kapal induk serta kapal selam AS yang dikerahkan di semenanjung Korea. Atas dasar tersebut, Pyongyang kemudian berjanji tidak akan membuka negosiasi kedaulatan dengan Washington.
“Kedaulatan sebuah negara merdeka tidak akan pernah bisa menjadi agenda perundingan, dan oleh karena itu, DPRK tidak akan pernah bertatap muka dengan AS untuk tujuan tersebut,” ujar pemimpin Korut, Kim Jong Un.
Sebagai informasi, Pyongyang sebelumnya bersiap meluncurkan satelit mata-mata yang bertujuan mengintai AS dan sekutunya. Kim Jong Un juga kembali mengunjungi pusat kendali badan antariksa di Pyongyang Pada Senin (27/11) untuk melihat foto satelit baru yang akan segera diluncurkan dari pangkalan Angkatan Udara Anderson Amerika dan Roma.
Korea Utara akan terus menggunakan hak kedaulatannya termasuk peluncuran satelit untuk memperkuat militer. Kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan, peluncuran satelit pengintaian pekan lalu didorong oleh kebutuhan untuk memantau Amerika Serikat dan sekutunya, media pemerintah KCNA melaporkan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
