Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 April 2026 | 20.24 WIB

Korea Utara Tingkatkan Produksi Senjata Nuklir, Sudah Rakit 50 Hulu Ledak dan Dipasang Pada Rudal Balistik

Ilustrasi peluncuran rudal balistik. (The Guardian) - Image

Ilustrasi peluncuran rudal balistik. (The Guardian)

JawaPos.com – Program nuklir Korea Utara menunjukkan peningkatan signifikan dengan indikasi percepatan produksi senjata nuklir. Badan Energi Atom Internasional memperingatkan adanya lonjakan aktivitas di sejumlah fasilitas utama yang mendukung pengayaan material nuklir tingkat senjata.

Kepala IAEA, Rafael Grossi, menyatakan Pyongyang telah membuat kemajuan berarti dalam memperbesar kapasitas produksi nuklir. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan ke Seoul, Rabu (15/4) waktu setempat.

Menurut Grossi, aktivitas di kompleks nuklir Yongbyon Nuclear Scientific Research Center meningkat tajam. Fasilitas yang mengalami peningkatan meliputi reaktor 5MW, unit pengolahan ulang, hingga reaktor air ringan. “Negara itu diyakini memiliki beberapa lusin hulu ledak nuklir,” ujarnya.

Dipasang Pada Rudal Balistik

Sejauh ini, Korea Utara diperkirakan telah merakit sekitar 50 hulu ledak. Namun, sejumlah ahli masih meragukan kemampuan negara tersebut dalam memperkecil hulu ledak agar dapat dipasang pada rudal balistik jarak jauh.

Sejak uji coba nuklir pertama pada 2006, negara yang dipimpin Kim Jong-un itu terus memperkuat kapabilitas militernya. Di bawah kepemimpinannya sejak 2011, program nuklir bahkan dipercepat meski menghadapi sanksi dari Dewan Keamanan PBB.

Temuan terbaru dari Center for Strategic and International Studies melalui proyek Beyond Parallel menunjukkan pembangunan fasilitas pengayaan uranium baru di Yongbyon hampir rampung dan siap beroperasi. Selain itu, fasilitas serupa juga diduga berada di Kangson dan belum pernah dilaporkan ke otoritas internasional.

Dalam laporannya, Beyond Parallel menilai produksi uranium yang diperkaya akan secara signifikan meningkatkan jumlah senjata nuklir yang dapat dimiliki Korea Utara. Penilaian ini sejalan dengan laporan IAEA sebelumnya yang mengindikasikan pembangunan fasilitas pengayaan untuk material tingkat senjata.

Meski demikian, Grossi menyebut belum ada perubahan signifikan di lokasi uji coba nuklir utama di Punggye-ri Nuclear Test Site. “Lokasi tersebut masih siap digunakan untuk uji coba kapan saja,” katanya.
Pelanggaran Resolusi 

IAEA menegaskan bahwa program nuklir Korea Utara merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB. Lembaga itu menyatakan tetap dalam kesiapan tinggi untuk menjalankan verifikasi jika diperlukan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore