Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2023 | 00.11 WIB

Kelompok Yahudi Tak Terima dan Minta Klarifikasi Atas Pernyataan Paus Fransiskus yang Sebut Israel Lakukan Terorisme

Paus Fransiskus berbicara pada audiensi umum mingguan, di Vatikan, 22 November 2023. (Vatican Media/Handout via REUTERS)

JawaPos.com – Kelompok-kelompok Yahudi mengkritik Paus Fransiskus dan menuntut klarifikasi atas komentarnya yang menuduh Israel melakukan tindakan terorisme serta genosida di Gaza.

Melansir dari Reuters pada Jumat (24/11), Paus Fransiskus menyatakan komentar tersebut pada Rabu (22/11) setelah bertemu secara terpisah dengan kerabat Yahudi dari sandera yang ditahan oleh Hamas dan Keluarganya di Palestina yang ditahan oleh Israel di penjara Vatikan.

Paus mengatakan kepada para audiensi umum di Lapangan Santo Petrus, bahwa dia merasakan penderitaan yang dirasakan oleh kedua belah pihak, khususnya yang berada di Gaza.

"Inilah dampak perang. Tapi di sini kita sudah melampaui perang. Ini bukan lagi perang. Ini tindakan terorisme, bahkan ada genosida," katanya.

Ketua Tertinggi Gereja Katolik itu, meminta doa agar kedua belah pihak berhenti melakukan serangan yang pada akhirnya akan membunuh semua orang.

Sementara itu, Dewan Majelis Rabi Italia (ARI) dalam pernyataannya pada Kamis (23/11), mengatakan jika Paus secara terbuka menuduh adanya tindak terorisme.

Mereka menuduh para pemimpin Gereja yang tidak disebutkan namanya itu, tidak mengutuk serangan Hamas dan hanya menempatkan Israel sebagai pihak yang menyerang dan pihak yang diserang dalam posisi yang sama atas nama ketidakberpihakan.

Sementara itu, pada konferensi berita Palestina, Rabu (22/11), mereka yang bertemu dengan Paus mengatakan bahwa dia juga mengutuk tindakan Hamas sebagai teror tetapi juga mengungkapkan jika Israel telah melakukan genosida. Paus mengungkapkan itu untuk menjelaskan situasi di Gaza.

Sebelumnya, Para pejuang Palestina Hamas melintasi pagar perbatasan pada 7 Oktober, mereka membunuh 1.200 orang dan menyandera sekitar 240 sandera, menurut perhitungan Israel.

Atas serangan tersebut, Israel kemudian membalasnya dengan klaim pertahanan diri. Israel lantas mengepung Kota Gaza dan menjatuhkan ribuan bom melalui jalur udara dan darat, akibatnya lebih dari 14.000 warga Gaza meninggal dunia, sekitar 40 persen di antaranya adalah anak-anak.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore