Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 November 2023 | 17.50 WIB

Penjelasan Quraish Shihab Tentang Perbedaan Yahudi, Bani Israil, dan Ahlul Kitab dalam Alquran

Penulis Tafsir Al-Misbah M. Quraish Shihab (instagram/quraish.shihab). - Image

Penulis Tafsir Al-Misbah M. Quraish Shihab (instagram/quraish.shihab).

JawaPos.com - Ulama ahli tafsir Al-Qur’an terkemuka Prof Muhammad Quraish Shihab diminta menjelaskan mengenai Israil dan Yahudi.

Dikutip dari nu.or.id pada Minggu (19/11), ia menyebutkan secara umum, ada tiga kata yang digunakan Al Quran untuk menunjuk kepada keturunan Nabi Yaqub. Hal itu ia terangkan dalam sebuah kajian di laman Youtube Bayt Al-Quran.

Pertama, kata Bani Israil yang diulang sekitar 42 kali dalam Al Quran. Ada juga kata Israil yang diulang tiga kali.

Kedua, kata Yahud, yang merupakan keturunan Nabi Yaqub. Ketiga, kata Ahlul Kitab. Tetapi, ketiga kata tersebut berbeda-beda, kata Prof Quraish.

Kata Bani Israil, sejatinya digunakan oleh Al Quran untuk menunjuk keturunan Nabi Yaqub sebelum masa Nabi Muhammad, tidak menunjuk keturunan Nabi Yaqub yang ada pada masa Nabi Muhammad.

Kemudian, kata Yahud yang pertama merujuk pada keturunan Yahuda. Sebagaimana diketahui bahwa Nabi Yaqub mempunyai 12 orang anak, salah satunya bernama Yahuda.

Dua belas anaknya tersebut saling berseteru, seperti dalam cerita Nabi Yusuf dalam Al Quran. Keturunan dari Yahuda itulah yang dibicarakan oleh Al Quran yang disebut dengan Yahud.

Kata Yahud yang digunakan oleh Al Quran bukan lagi menunjuk kepada mereka yang hidup sebelum masa Nabi Muhammad yang ada Bani Israilnya itu, tetapi menunjuk pada mereka yang hidup pada masa Nabi Muhammad.

Prof Quraish Shihab menyebut Al Quran surat al Maidah ayat 82 sebagai contohnya.

"Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri."

Adapun Bani Israil yang merujuk kepada keturunan Nabi Yaqub itu, ada yang baik dan ada yang buruk.

Namun, jika kata yang digunakan adalah Yahud, pasti menunjukkan celaan. Sebagaimana terdapat dalam Al-Qur'an surat al-Maidah ayat 64 berikut.

"Orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu (kikir).” Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu. Mereka dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan..."

Al Quran menggunakan kata Yahud, sebagaimana ayat di atas, untuk menunjuk kepada keturunan Yahuda, tidak lagi menunjuk kepada keturunan Nabi Yaqub yang bersifat buruk.

Adapun istilah ahlul kitab itu penganut kitab suci yang di dalamnya termasuk Nasrani dan orang-orang Yahudi. Mereka itu oleh Al Quran dikatakan laisu sawa, ada yang bersifat baik.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore