Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 November 2023 | 23.49 WIB

Sejumlah Menteri Kuba Ungkap Krisis Ekonomi Negerinya yang Makin Parah Sejak 4 Tahun Silam

Pemandangan kota Havana, Kuba pada Selasa (21/11). Negara tersebut mengalami krisis ekonomi sejak empat tahun silam. (Sumber: REUTERS/Alexandre Meneghini) - Image

Pemandangan kota Havana, Kuba pada Selasa (21/11). Negara tersebut mengalami krisis ekonomi sejak empat tahun silam. (Sumber: REUTERS/Alexandre Meneghini)

JawaPos.com - Para pejabat Kuba telah memberikan gambaran yang semakin mengerikan tentang krisis ekonomi yang semakin mendalam lewat berita yang ditayangkan di televisi dalam beberapa minggu terakhir.

Mereka mengungkapkan tingkat kemerosotan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Satu demi satu menteri telah menyampaikan kabar buruk kurangnya devisa karena produksi yang anjlok selama empat tahun terakhir.

Produksi makanan, pasokan obat-obatan dan transportasi turun setidaknya 50 persen sejak 2018, kata para pejabat tinggi, dan terus menurun tahun ini sebagian besar karena kekurangan bahan bakar kronis dan pemadaman listrik.

Kuba mengimpor sebagian besar makanan dan bahan bakar yang mereka konsumsi, namun pendapatannya anjlok setelah pandemi ini, terhambat oleh sanksi keras oleh Amerika Serikat dan buruknya sektor pariwisata, yang pernah menjadi andalan perekonomian negara kepulauan Karibia tersebut.

"Para menteri memberikan informasi baru yang mengungkapkan betapa seriusnya krisis ini dan pertumbuhan yang tidak signifikan pada tahun ini," kata ekonom Kuba, Omar Everleny.

Produksi daging babi, beras dan kacang-kacangan, yang semuanya merupakan makanan pokok untuk masyarakat Kuba, turun lebih dari 80 persen tahun ini dibandingkan tingkat sebelum krisis, kata Menteri Pertanian, Ydael Jesus Perez.

Rumah sakit, yang kekurangan pasokan dasar seperti jahitan, kapas, dan kain kasa, telah melakukan prosedur bedah 30 persen lebih sedikit dibandingkan pada 2019, menurut data yang dibagikan di televisi milik pemerintah selama presentasi oleh Wakil Pertama Menteri Kesehatan, Tania Margarita Cruz. Hampir 68 persen obat-obatan dasar tidak tersedia atau persediaannya terbatas.

Transportasi umum, yang sangat penting di negara yang hanya memiliki sedikit kendaraan ini, juga tertatih-tatih karena kekurangan bahan bakar dan kesulitan mendapatkan suku cadang.

Di Havana, saat ini hanya beroperasi 300 bus. Turun sangat tajam dibandingkan empat tahun lalu yang mana 600 bus masih beroperasi di jalanan, kata Menteri Transportasi, Eduardo Rodríguez Davila.

Para menteri mengungkapkan lalu lintas angkutan domestik terus menurun dan jumlahnya setengah dari 2019.

Pemerintah Kuba mengakui perekonomian negaranya memerlukan reformasi.

Pemerintah daerah, yang semakin mendapat tekanan seiring meningkatnya permasalahan dan ketegangan, telah meluncurkan program untuk mengatasi kelaparan, membangun rumah dan meningkatkan arus transportasi, namun masih terhambat oleh kurangnya dana, kata pihak berwenang.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore