Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 April 2026 | 14.51 WIB

Donald Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Iran, Havana Siap Melawan

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez. (Istimewa) - Image

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez. (Istimewa)

JawaPos.com - Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS mungkin akan menghampiri Kuba setelah ia menyelesaikan perangnya melawan Iran, pernyataan terbaru yang menunjukkan bahwa negara kepulauan yang bermusuhan itu berada di urutan teratas daftar prioritasnya.

"Kuba adalah negara yang gagal, dan kita akan melakukan ini, dan kita mungkin akan singgah ke Kuba setelah kita selesai dengan ini," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (14/4).

Tak hanya itu, ia juga menganggap bahwa Kuba adalah negara yang dikelola dengan sangat buruk selama bertahun-tahun.

"Kita memiliki banyak warga Kuba-Amerika yang hebat, yang hampir semuanya memilih saya, dan mereka diperlakukan dengan sangat buruk. Dalam banyak kasus, anggota keluarga telah dibunuh. Mereka telah dipukuli dan dirampok dan hal-hal mengerikan terjadi di Kuba," tambahnya.

Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengatakan bahwa tidak ada pembenaran bagi AS untuk melancarkan serangan terhadap negaranya, sekaligus memperingatkan bahwa setiap langkah seperti itu akan disambut dengan perlawanan.

“Tidak ada pembenaran bagi Amerika Serikat untuk melancarkan agresi militer terhadap Kuba,” katanya kepada NBC News.

Pernyataannya muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Havana dan Washington, karena AS memperketat tekanan ekonomi terhadap negara kepulauan itu melalui sanksi dan tindakan politik.

Diaz-Canel bahkan mengkritik sanksi tersebut sebagai genosida dan kejam, dengan alasan bahwa sanksi tersebut telah memperparah krisis ekonomi dan energi negara itu.

Kuba telah menghadapi krisis ekonomi yang berkepanjangan yang ditandai dengan kekurangan bahan bakar, pemadaman listrik bergilir, dan akses terbatas terhadap makanan dan obat-obatan. Pejabat Kuba mengaitkan sebagian besar kesulitan tersebut dengan sanksi AS yang telah berlangsung selama beberapa dekade, sementara pejabat AS berpendapat bahwa masalah ekonomi struktural yang harus disalahkan.

Perkembangan terkini semakin memperburuk situasi, termasuk berkurangnya pengiriman minyak dari Venezuela dan gangguan pasokan yang berkelanjutan, yang menyebabkan pemadaman listrik di seluruh negeri.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore