
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez. (Istimewa)
JawaPos.com - Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS mungkin akan menghampiri Kuba setelah ia menyelesaikan perangnya melawan Iran, pernyataan terbaru yang menunjukkan bahwa negara kepulauan yang bermusuhan itu berada di urutan teratas daftar prioritasnya.
"Kuba adalah negara yang gagal, dan kita akan melakukan ini, dan kita mungkin akan singgah ke Kuba setelah kita selesai dengan ini," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (14/4).
Tak hanya itu, ia juga menganggap bahwa Kuba adalah negara yang dikelola dengan sangat buruk selama bertahun-tahun.
Baca Juga:Paus Leo XIV 'Diserang' Donald Trump, PM Italia: Kata-kata Presiden Trump Tidak Dapat Diterima
"Kita memiliki banyak warga Kuba-Amerika yang hebat, yang hampir semuanya memilih saya, dan mereka diperlakukan dengan sangat buruk. Dalam banyak kasus, anggota keluarga telah dibunuh. Mereka telah dipukuli dan dirampok dan hal-hal mengerikan terjadi di Kuba," tambahnya.
Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengatakan bahwa tidak ada pembenaran bagi AS untuk melancarkan serangan terhadap negaranya, sekaligus memperingatkan bahwa setiap langkah seperti itu akan disambut dengan perlawanan.
“Tidak ada pembenaran bagi Amerika Serikat untuk melancarkan agresi militer terhadap Kuba,” katanya kepada NBC News.
Pernyataannya muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Havana dan Washington, karena AS memperketat tekanan ekonomi terhadap negara kepulauan itu melalui sanksi dan tindakan politik.
Diaz-Canel bahkan mengkritik sanksi tersebut sebagai genosida dan kejam, dengan alasan bahwa sanksi tersebut telah memperparah krisis ekonomi dan energi negara itu.
Kuba telah menghadapi krisis ekonomi yang berkepanjangan yang ditandai dengan kekurangan bahan bakar, pemadaman listrik bergilir, dan akses terbatas terhadap makanan dan obat-obatan. Pejabat Kuba mengaitkan sebagian besar kesulitan tersebut dengan sanksi AS yang telah berlangsung selama beberapa dekade, sementara pejabat AS berpendapat bahwa masalah ekonomi struktural yang harus disalahkan.
Perkembangan terkini semakin memperburuk situasi, termasuk berkurangnya pengiriman minyak dari Venezuela dan gangguan pasokan yang berkelanjutan, yang menyebabkan pemadaman listrik di seluruh negeri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022