Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 November 2023 | 18.30 WIB

Israel Sebut RS Al-Shifa jadi Markas Militan Hamas, Dokter: Mereka Tidak Menemukan Apa-apa di Sini

Rumah Sakit Al-Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza [Doc.Doaa Rouqa/Reuters] - Image

Rumah Sakit Al-Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza [Doc.Doaa Rouqa/Reuters]

JawaPos.com - Pengepungan yang dilakukan oleh militer Israel (IDF) terhadap satu-satunya fasilitas medis di Gaza yaitu Rumah Sakit Al-Shifa mencapai puncaknya pada Rabu (15/11). Tank-tank serta para tentara Israel telah berhasil memasuki wilayah RS tersebut melalui gerbang timur. IDF juga menggeledah ruangan bawah tanah yang berada di RS.

Pengepungan ini dilakukan karena Israel meyebut RS Al-Shifa sebagai markas militan Hamas. Pernyataan ini juga mereka tegaskan dengan merilis sebuah video yang memperlihatkan temuan senjata di kawasan Al-Shifa.

Klaim tersebut kemudian dibantah oleh salah satu tim medis, dokter Ahmed El Mokhallalati, yang mengganggap hal itu adalah kebohongan belaka. Dokter Ahmed El Mokhallalati mengatakan kepada Reuters melalui telepon pada Jumat (17/11) bahwa di Rumah Sakit Al Shifa, pasukan Israel tidak menemukan apapun selama penggeledahan di kompleks tersebut.

“Mereka tidak menemukan apapun. Mereka tidak menemukan satupun perlawanan. Tidak ada satupun tembakan yang mengenai mereka di dalam area rumah sakit," ujarnya.

Sebelumnya, Israel memang menuduh fasilitas utama di Gaza tersebut mempunyai terowongan sebagai pusat komando Hamas. IDF terus mengepung kawasan rumah sakit hingga terjadi baku tembak di gerbang utama sebelum mereka berhasil memasuki kawasan medis tersebut.

“Ini adalah situasi yang sangat mengerikan, di sini tank-tank Israel dan pasukan Israel bergerak di dalam area rumah sakit, di seluruh rumah sakit,” kata Mokhallalati.

“Situasinya benar-benar sulit. Mereka terus menembak, di semua area,” tambahnya.

Rumah sakit tersebut dipenuhi dengan pasien terluka, bayi baru lahir, serta para pengungsi yang menjadikan Al-Shifa sebagai tempat perlindungan satu-satunya. Sebagai informasi, IDF telah memblokade Gaza dan menolak gencatan senjata, dengan alasan bahwa Hamas hanya akan menggunakannya untuk berkumpul kembali.

Akan tetapi, Israel telah mengizinkan jeda kemanusiaan untuk memungkinkan makanan dan pasokan lainnya mengalir masuk dan orang asing dapat melarikan diri. Hingga saat ini, Israel telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, jumlah korban tewas di Palestina telah mencapai 10.818 orang, bertambah lebih dari 300 orang dalam sehari. Sementara di Tepi Barat, 175 warga tewas oleh serangan tentara IDF yang membabi buta.

Jumlah korban tersebut mencakup lebih dari 4.412 anak-anak. 2.641 wanita dan 611 orang lanjut usia. Pihak kementerian juga melaporkan lebih 25.000 orang lainnya terluka akibat perang di Gaza.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore