Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 November 2023 | 16.43 WIB

Mengenal Diwali Festival, Budaya Merayakan Kemenangan Cahaya bagi Umat Hindu, Sikh, dan Budha

sebuah pasar di Mumbai yang menjual pernak-pernik Diwali.

JawaPos.com – Umat Hindu, Sikh, Budha, dan Jain di seluruh dunia diketahui telah merayakan Diwali atau biasa disebut Deepavali tahun ini pada Minggu (12/11) kemarin.

Perayaan Diwali, berlangsung selama lima hari ditandai dengan dipasangnya lampu terang, menyalakan dupa, dan menyajikan makanan mewah.

Saat perayaan Diwali biasanya para anggota keluarga akan berkumpul dan merayakannya bersama-sama. Diwali merupakan festival kebudayaan yang terbesar di India.

Dilansir dari Aljazeera, Senin (13/11) kata Diwali berasal dari bahasa Sansekerta “deepa” yang artinya cahaya dan “avali” yang berarti baris.

Apabila diterjemahkan secara keseluru han berarti deretan lampu. Festival ini dimulai dengan ditandai dipasangan dekorasi berupa lampu, lilin serta dinyalakannya kembang api.

Dekorasi yang paling identik dengan festival ini adalah lampu yang disebut diyas, lampu minyak terbuat dari tanah atau gerabah.

Diyas berasal dari legenda Hindu Ramayana, saat pangeran Rama berhasil kembali ke Ayodhya bersama Sintha yang diculik, ketika kembali Rama disambut oleh orang-orang dengan diyas lampu yang berasal dari tanah liyat. 

Selain legenda Hindu Ramayana, festival Diwali juga dilatarbelakangi oleh representasi perayaan kemenangan kebaikan atas kejahatan yang dilambangkan oleh diyas. Pada perayaan ini orang-orang akan mencerahkan rumah-ruma mereka dengan lampu dan lilin yang dipasang berderet.

“Orang-orang mencoba mencerahkan tempat-tempat gelap, tidak hanya di rumah mereka tetapi juga jiwa mereka,” kata Manpreet Arora, asisten profesor senior di Universitas Pusat Himachal Pradesh, India.

Layaknya umat muslim di Indonesia, masyarakat India akan membersihkan rumah-rumah mereka dan berbelanja berbagai keperluan sehari sebelum perayaan Diwali dilaksanakan. Orang-orang memastikan rumah mereka bersih dan murni sebagai persiapan menyambut dewi Lakshmi atau dewi kesuburan ke dalam rumah.

Perayaan Diwali sebenarnya jatuh pada hari ketiga bulan baru, pada malam itu lampu-lampu dinyalakan dan Dewi Lakshmi disembah.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore