
Benjamin Netanyahu dalam konferensi pers / sumber Al-Jazeera.
JawaPos.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menolak gencatan senjata. Penolakan ini sampai Hamas membebaskan para tawanannya di Gaza.
Netanyahu memberikan kesempatan untuk jeda waktu dan mengizinkan bantuan yang masuk. Ia juga memberikan respon terhadap tekanan internasional yang semakin meningkat untuk memberhentikan serangan ke Gaza.
“Saya kira kami akan memeriksa keadaan untuk memungkinkan masuk bantuan kemanusiaan masuk atau sandera dari kami pergi. Namun, tidak ada nada gencatan senjata” Ujar Netanyahu dilansir Aljazeera.
Serangan balasan terhadap Hamas pada 7 Oktober menurut pejabat Israel telah menelan korban sedikitnya 1.405 orang, sebagian besar warga sipil.
Pada Senin (6/11) Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan gencatan senjata. Ia memperingatkan bahwa daerah konflik tersebut telah menjadi kuburan bagi anak-anak.
Sekutu Israel, Amerika serikat telah mendesak Netanyahu untuk menyetujui jeda kemanusiaan. Untuk mengizinkan bantuan masuk ke daerah tersebut.
Namu, banyaknya dukungan yang menentang Benjamin agar melakukan gencatan senjata. Pada Senin (6/11) pihak militer Israel mengatakan mereka sudah berkoordinasi dengan Yordania untuk menerbangkan bantuan medis dan makanan ke rumah sakit Yordania di daerah serangan tersebut.
Sedikitnya 10.022 warga Palestina termasuk lebih dari 4.100 anak anak yang menjadi korban jiwa di Gaza selama perang berlangsung. Menurut kementerian kesehatan di daerah konflik yang dikuasai Hamas.
Netanyahu mengatakan pada Senin (6/11) bahwa hilang nyawa dari sebuah tragedi namun, ia membantah jumlah korban yang dilaporkan dengan mengatakan jumlah tersebut termasuk dari pejuang Palestina. Dia juga menuduh Hamas menggunakan warga Gaza sebagai pelindungnya.
“Ini adalah musuh yang sangat Tangguh tetapi kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki kekuatan” Ujar sang Perdana Menteri dilansir AlJazeera.
Ia mengatakan bahwa Israel akan mengelola keamanan Gaza setelah perang berakhir.
“Saya pikir israel akan memiliki tanggung jawab keamanan secara keseluruhan untuk waktu yang tidak terbatas karena kita telah melihat apa yang terjadi jika kita tidak memiliki tanggung jawab keamanan itu” Ujarnya dilansir Aljazeera.
“Ketika kita tidak memiliki tanggung jawab keamanan itu, yang kita dapatkan adalah meletusnya teror Hamas dalam skala yang tidak bisa kita bayangkan” sambung Netanyahu dilansir Aljazeera.
***

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
