Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Oktober 2023 | 16.26 WIB

Tunjukkan Sisi Pro Palestina di Tengah Perang Israel-Hamas, Masyarakat AS Harus Siap Menghadapi Penindasan

Pendukung Suara Yahudi untuk Perdamaian menggelar protes di National Mall di Washington DC pada hari Rabu. - Image

Pendukung Suara Yahudi untuk Perdamaian menggelar protes di National Mall di Washington DC pada hari Rabu.

JawaPos.com – Di tengah serangan Hamas terhadap Israel, masyarakat di Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan upaya pro Palestina akan berimbas pada pembatalan konferensi-konferensi besar.

Dilansir dari The Guardian, Minggu (22/10), para pekerja menyatakan dukungan terhadap Palestina, mereka akan dipecat dan menyebabkan terjadinya kampanye intimidasi terhadap suara-suara Arab Amerika yang kritis terhadap kebijakan Israel.

Pada awal pekan ini, sebuah kelompok Yahudi terkemuka di AS memaksa pembatalan konferensi nasional organisasi kampanye besar Palestina dengan menuduhnya sebagai front Hamas.

Aktivis Palestina-Amerika mengatakan jaringan televisi juga telah menyensor atau membatalkan wawancara.

NPR dan BBC menarik iklan buku baru yang dipuji secara luas tentang konflik Israel-Palestina setelah adanya kampanye “keluhan pendengar”.

The Orthodox Jewish Chamber of Commerce (OJC) telah menyatakan “kemenangan” setelah menekan hotel-hotel Hilton agar membatalkan acara Kampanye AS untuk Hak-Hak Palestina di Houston akhir bulan ini di mana anggota kongres Rashida Tlaib akan menjadi pembicara utama.

Duvi Honig, seorang pendiri dan CEO majelis tersebut, secara terbuka mengecam pertemuan USCPR sebagai “konferensi untuk pendukung Hamas” dan menyebut Tlaib dan pembicara lainnya “terkenal sebagai pembenci Yahudi yang bangga”.

Ahmad Abuznaid, direktur USCPR yang merupakan sebuah rumah politik bagi semua orang yang percaya bahwa kebebasan rakyat Palestina, mengatakan terkait tempat konferensi telah dipesan beberapa bulan lalu dan Hilton menghubunginya tak lama setelah serangan Hamas untuk membahas keamanan.

“Mereka mengatakan mereka menerima banyak panggilan untuk membatalkan, orang-orang menekan mereka, namun pihak hotel tidak mengambil posisi dalam politik dan hanya ingin menerapkan rencana keamanan,” katanya.

Abuznaid mengatakan Hilton memberikan tagihan $100.000 untuk keamanan dan memberi kelompok itu waktu 48 jam untuk membayar.

“Dan keesokan harinya kami mendapat email bahwa mereka membatalkan dan hanya mengatakan bahwa keamanan adalah alasannya, tidak ada percakapan serta memutuskan secara sepihak untuk membatalkan,” tutup Abuznaid. 

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore