
Warga Palestina mencari korban di bawah reruntuhan setelah serangan Israel, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 14 Oktober 2023.
JawaPos.com- Negara-negara Arab mengecam adanya seruan ultimatum yang diberikan Israel agar warga sipil Palestina segera meninggalkan Gaza.
Seruan ultimatum dari Israel tersebut, disampaikan menjelang serangan darat sebagai tindakan pengusiran terhadap Palestina.
Sementara itu, Mesir, satu-satunya negara Arab yang berbatasan langsung dengan Gaza, dan Yordania, yang berbatasan dengan Tepi Barat yang diduduki Israel, juga memperingatkan agar warga Palestina tidak diusir dari tanah mereka.
Hal ini mencerminkan kekhawatiran Arab bahwa perang terbaru Israel dengan Hamas di Gaza dapat memicu gelombang baru pengusiran permanen dari tanah di mana warga Palestina ingin membangun negara di masa depan.
Presiden Mesir juga menegaskan bahwa penting bagi rakyat palestina untuk tetap berada di tanah mereka.
"Penting bagi rakyat (Palestina) untuk tetap teguh dan hadir di tanah mereka," kata Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Kamis dilansir dari reuters.
Bagi warga Palestina, gagasan untuk meninggalkan atau diusir dari mereka bisa diartikan sebagai "Nakba", atau "malapetaka".
Sekitar 700.000 orang Palestina, merupakan setengah dari populasi Arab yang dulu dikuasai Inggris, dirampas dan mengungsi.
Banyak dari mereka yang menyebar ke negara-negara Arab yang berdekatan, di mana mereka atau banyak dari keturunan mereka masih tinggal di kamp-kamp pengungsi.
Sementara itu, Israel membantah pernyataan bahwa mereka mengusir warga Palestina, dengan mengatakan bahwa mereka diserang oleh lima negara Arab setelah pembentukannya.
Sejak Israel melancarkan pengeboman intens terhadap Gaza pada 7 Oktober lalu, ratusan ribu penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta orang telah meninggalkan rumah mereka, namun mereka masih bertahan di Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Israel, Mesir, dan Laut Tengah.
Diketahui sebelumnya, militer Israel pada hari Jumat memperingatkan warga sipil Kota Gaza, yang berjumlah lebih dari 1 juta orang, untuk pindah ke selatan dalam waktu 24 jam.
Mereka mengatakan hal tersebut demi keselamatan warga sipil Gaza, sebuah pengumuman yang dianggap sebagai sinyal bahwa Israel akan segera melancarkan serangan darat.
Di sisi lain mayoritas warga sipil Gaza menolak untuk meninggalkan tanah kelahiran mereka.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
