Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 September 2023 | 04.27 WIB

Jurnalis Perempuan Spanyol Dilecehkan, Simak Dugaan dan Motif Pelaku Nekat Bertindak di Tempat Umum!

Ilustrasi pelecehan seksual (Dok.JawaPos.com) - Image

Ilustrasi pelecehan seksual (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Jurnalis perempuan asal Spanyol, Isa Balado, mengalami pelecehan seksual saat sedang siaran langsung di Kota Madrid pada Selasa (12/9).

 
Saat kejadian berlangsung, Isa Balado, sedang siaran langsung untuk memberitakan pencurian yang ada di ibu kota Spanyol.
 
Namun, tiba-tiba saja, Isa Balado kedatangan seorang pria dan ditanyai tempat sang jurnalis perempuan itu bekerja.
 
Dari kejadian tersebut, Isa Balado dilecehkan lewat sentuhan punggung dan pantat oleh pria tersebut saat siaran masih berlangsung.
 
"Meskipun Anda ingin bertanya dari saluran mana kami berasal, apakah Anda benar-benar harus menyentuh pantat saya? Saya sedang melakukan pertunjukan langsung dan aku sedang bekerja," ujar Isa kepada lelaki itu dikutip dari Sky News.
 
Masih di sekitar jurnalis perempuan itu, pria yang melakukan pelecehan tersebut mendekati Isa sekali lagi dan mengatakan bahwa ia telah mendengar tuduhannya dan menggertak Isa untuk "sebarkan kebenarannya".
 
 
Melansir Daily Mail, pria itu kemudian ditangkap oleh polisi, lalu pasukan nasional Spanyol mengunggah video penangkapan tersebut ke media sosial.
 
Pada awal tahun 2023, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam pelecehan terhadap salah satu jurnalis perempuan di Polman, Sulawesi Barat oleh seorang laki-laki.
 
Kejadian yang tidak terpuji itu pun dilakukan di ruangan terbuka.
 
Di tempat umum orang bisa tidak segan-segan melakukan aksi bejatnya. Apa alasannya?
 
Alasan Pelecehan Seksual di Tempat Umum
 
Menurut Purwanti Asih dalam tesis Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Publik (2013), pelecehan seksual bisa terjadi di tempat umum karena adanya pemikiran oposisi-biner.
 
Pemikiran tersebut mempengaruhi konstruksi sosial mengenai relasi antara perempuan dan laki-laki.
 
Menurutnya, laki-laki bisa menganggap dirinya superior dan perempuan sebaliknya.
 
 
Lebih lanjut, hal itu berpengaruh pada pembagian ruang geografis secara oposisional dan hierarki berdasarkan pembagian peran gender.
 
Ruang publik diklaim sebagai wadah laki-laki terkait dengan perannya di lapangan. Sedangkan ruang privat atau rumah dianggap sebagai tempat bagi perempuan.
 
Dengan begitu, laki-laki menguasai wadah yang dianggap menjadi tempatnya.
 
Kendati demikian, dalam tesisnya, Purwanti juga menyebutkan bahwa pelecehan bisa terjadi pada siapa saja. Namun sayangnya, fakta menunjukkan bahwa pelecehan seksual sering dilakukan oleh laki-laki kepada perempuan.***
 
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore