
India sukses mendaratkan wahana antariksa di Bulan.
JawaPos.com - Wahana antariksa dari India, Chandrayaan 3, berhasil mendarat dengan sukses di kutub selatan Bulan pada Rabu (23/8) sekitar pukul 18.04 waktu setempat (19.34 WIB). Kabar mengenai pendaratan ini diumumkan oleh Organisasi Penelitian Antariksa India (Indian Space Research Organization/ISRO).
Hal ini membuat India menorehkan sejarah baru, menjadi negara pertama yang berhasil mendaratkan misi di kutub selatan Bulan, dengan lander melakukan pendaratan yang lembut. Kini, India menjadi negara keempat yang berhasil mengeksplorasi Bulan, bergabung dengan negara lainnya seperti Rusia, Tiongkok, dan Amerika Serikat.
Apa Itu Misi Chandrayaan 3?
Chandrayaan 3 merupakan misi lanjutan dari Chandrayaan 2, bertujuan untuk menunjukkan kemampuan teknis yang semakin berkembang dari India di bidang ini. Dengan melakukan pendaratan lembut yang sukses di Bulan.
"Bayangkan sebuah wahana antariksa melaju melalui ruang angkasa, dengan kecepatan 10 kali lipat dari pesawat terbang, harus hampir berhenti total untuk mendarat dengan lembut di Bumi — semua ini dalam hitungan beberapa menit dan, yang lebih penting, tanpa campur tangan manusia. Inilah inti dari pendaratan lembut," jelas Amitabha Ghosh, seorang ilmuwan untuk misi Rover NASA ke Mars, dikutip dari The Indian Express, Sabtu (26/8).
Misi ini terdiri dari konfigurasi Lander dan Rover yang diluncurkan oleh LVM3 dari SDSC SHAR, di pulau Sriharikota pada 14 Juli lalu. Dikutip dari ISRO, Chandrayaan 3 memiliki tiga misi, yakni sebagai berikut:
1. Mendemonstrasikan pendaratan yang aman dan lembut di permukaan Bulan.
2. Mendemonstrasikan penggerakan Rover di permukaan Bulan.
3. Melakukan eksprimen ilmiah in-situ.
Chandrayaan 3 terdiri dari modul Lander (LM) buatan dalam negeri, modul Propulsi (PM), dan sebuah Rover dengan tujuan mengembangkan dan mendemonstrasikan teknologi baru yang diperlukan untuk misi antarplanet.
Lander dan Rover memiliki muatan ilmiah untuk melakukan eksperimen di permukaan bulan. Lander akan memiliki kemampuan untuk mendarat dengan lembut di lokasi bulan yang ditentukan. Selain itu, juga mendeploy Rover yang akan melakukan analisis kimia in-situ dari permukaan Bulan selama pergerakannya.
Sementara peran utama PM adalah mengangkut LM dari fase penyuntikan pada kendaraan peluncuran hingga mencapai orbit polar Bulan sejauh 100 km dan melakukan pemisahan dari LM. Modul Propulsi ini juga membawa muatan ilmiah tambahan yang akan diaktifkan setelah LM dipisahkan.
Dilansir dari Reuters, apabila pendaratan berhasil, diharapkan Chandrayaan 3 akan beroperasi selama dua minggu. Lander Chandrayaan 3 memiliki ketinggian sekitar 2 meter dan massa sedikit lebih dari 1.700 kg (3.747,86 pon), sekitar sebanding dengan ukuran sebuah SUV. Lander ini didesain untuk melepaskan rover bulan yang lebih kecil dengan massa 26 kg.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
