
NASA+ akan menjadi layanan streaming yang mengklaim tanpa perlu berlangganan untuk melihat peluncuran roket dan mendapatkan pengetahuan sains NASA.
JawaPos.com - Channel YouTube NASA mengunggah video cuplikan resmi layanan streaming-nya sendiri, NASA+, pada Jumat (28/7). "Memperkenalkan layanan streaming baru NASA, NASA+, akan segera diluncurkan. Lebih banyak ruang. Lebih banyak roket. Lebih banyak sains. Lebih banyak misi. Lebih NASA. Semua di satu tempat. Tidak perlu berlangganan," tulisnya di kolom deskripsi.
NASA mengatakan peluncuran layanan streaming video mandiri sebagai bagian dari penyegaran yang lebih luas dari situs web dan kehadiran digitalnya. Kehadiran layanan tersebut nantinya akan menawarkan siaran langsung acara-acara besar NASA seperti peluncuran roket dan konferensi pers bersama dengan program orisinal yang ditujukan untuk penonton yang antusias dengan sains.
"Kami menempatkan ruang sesuai permintaan dan di ujung jari Anda dengan platform streaming baru NASA," ujar Mark Etkind, administrator asosiasi di Kantor Komunikasi NASA pada Jumat (28/7).
“Mengubah kehadiran digital kami akan membantu kami menceritakan kisah dengan lebih baik tentang bagaimana NASA mengeksplorasi yang tidak diketahui di udara dan luar angkasa, menginspirasi melalui penemuan, dan berinovasi untuk kepentingan umat manusia,” tambahnya.
NASA+ akan diluncurkan di sebagian besar platform streaming utama, termasuk Roku, Apple TV dan Amazon Fire TV (aplikasi untuk Android TV dan perangkat yang didukung Google TV sedang dalam pengerjaan) serta di smartphone dan tablet Apple dan Android paling populer. Layanan ini juga dapat diakses melalui website NASA. NASA+ mengklaim kehadiran layanannya akan bebas iklan dan tersedia tanpa perlu berlangganan.
NASA saat ini menggunakan NASA Television untuk sebagian besar konten video pendidikan publik dan streaming langsung peluncuran roket. Lembaga negara tersebut menyimpan daftar konten seperti kabel 24/7 yang berjalan di situs NASA dan YouTube. Siaran saat ini telah tayang langsung di YouTube sejak 2018. Sebagian besar konten ini mencakup tayangan ulang pembicara yang menggambarkan pekerjaan mereka di NASA atau di perusahaan seperti Lockheed Martin. Ada fitur lain yang tersedia online seperti streaming langsung dari ISS dan juga liputan mengenai peluncuran.
“Memodernisasi situs web utama kami dari sudut pandang teknologi dan menyederhanakan cara publik terlibat dengan konten kami secara online merupakan langkah pertama yang penting dalam membuat informasi agensi kami lebih mudah diakses, ditemukan, dan aman,” jelas Jeff Seaton, Kepala Petugas Informasi NASA yang dikutip dari gizmodo.com.
NASA diperkirakan akan terus menawarkan siaran langsung NASA TV gratisnya melalui platform streaming pihak ketiga seperti YouTube dan Facebook saat NASA+ tersedia. Aplikasi NASA+ dilaporkan akan diluncurkan akhir tahun ini meski tanpa tanggal pasti.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
