Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Maret 2022 | 22.00 WIB

Boikot Vodka Rusia Meluas, dari Amerika Serikat hingga Australia

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Boikot skala internasional terhadap vodka Rusia semakin meluas dari Amerika Serikat hingga Australia. Boikot ini sebagai wujud kekecewaan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin yang menginvasi Ukraina. Vodka merupakan salah satu produk paling ikonik dari Rusia.

Setidaknya tiga gubernur AS memerintahkan pelarangan penjualan minuman beralkohol buatan Rusia dari toko. Sementara salah satu rantai ritel minuman alkohol terbesar di Selandia Baru juga menarik ribuan botol vodka termasuk merek Ivanov dan Russian Standard. Bahkan, rak kosong di ritel tersebut dipenuhi dengan bendera Ukraina. Boikot juga menyebar ke barang-barang lain produksi Rusia di Eropa.

Seperti dilansir Bangkok Post, dua agen minuman keras terbesar di Australia, Dan Murphy's dan BWS, telah berhenti menjual produk asal Rusia. Ini seperti dikabarkan pemilik Endeavour Group Ltd yang berbasis di Sydney.

Langkah tersebut selaras dengan langkah yang diambil oleh perusahaan global dari raksasa energi hingga pembuat mobil dan firma hukum untuk memutuskan hubungan dengan Rusia. Bahkan, otoritas sepak bola dunia FIFA dan sepak bola Eropa UEFA juga telah melarang timnas Rusia tampil di sejumlah ajang.

Gubernur New Hampshire, negara bagian AS, Chris Sununu mengatakan di Twitter bahwa negara berpihak pada rakyat Ukraina dalam perjuangan mereka untuk kebebasan. Sementara, Gubernur Utah Spencer J Cox mengatakan negara berdiri dalam solidaritas dengan Ukraina dan tidak akan mendukung perusahaan Rusia, tidak peduli nilai pertukaran dagangnya.

Cox menggambarkan serangan Rusia di Ukraina sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan. Dia lantas mengeluarkan perintah eksekutif yang memaksa Departemen Pengawasan Minuman Beralkohol Utah untuk segera memboikot atau tidak menjual semua produk bermerek Rusia.

Sementara itu, Gubernur Ohio Mike DeWine memerintahkan departemen perdagangan negara bagian untuk memboikot semua vodka yang dibuat oleh Russian Standard, juga memukul penjualan Green Mark Vodka. "Saat ini terdapat sekitar 6.400 botol vodka yang dibuat oleh Russian Standard untuk dijual di 487 agen minuman keras di Ohio," kata DeWine.

Sementara itu, perusahaan minuman keras pemerintah Finlandia, Alko Oy, berhenti menjual 20 jenis vodka, termasuk jenis per botol EUR 431 euro. Selain itu, dua agen grosir utama Finlandia, S Group dan Kesko Oyj, menarik semua produk Rusia.

Pengecer terbesar Denmark, Salling Group, juga menghapus semua barang Rusia dari vodka, pasta gigi hingga cokelat. Hal sama dilakukan agen grosir terbesar Swedia, ICA Gruppen.

Beberapa jaringan supermarket internasional yang beroperasi di Polandia, termasuk Carrefour dan Aldi, turut memboikot produk Rusia. Pengecer terbesar di negara itu, Biedronka, yang dimiliki oleh Portugues Jeronimo Martins, menarik 16 produk Rusia termasuk vodka dan kacang pinus.

“Boikot memang tidak akan menyebabkan kerugian besar bagi Putin. Akan tetapi, ini masalah prinsip. Rakyat kami tidak mendanai mereka yang hanya untuk membiayai perang,” kata Perdana Menteri Lithuania Ingrida Simonyte.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore