
Photo
JawaPos.com - Indonesia menjadi pemberitaan internasional soal efektivitas dan efikasi vaksin Covid-19. Pasalnya, laporan menunjukkan ratusan tenaga kesehatan yang sudah divaksinasi tetap tertular Covid-19. Kemanjuran vaksin Sinovac dari Tiongkok menjadi pertanyaan dalam hal menangkal Covid-19 dan membangun kekebalan tubuh.
Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan menanggapi pertanyaan tentang laporan vaksin Covid-19 Sinovac gagal mencegah rawat inap di antara petugas kesehatan di Indonesia. Pertanyaan media menilai suntikan tersebut memiliki kemanjuran terbatas terhadap varian Delta dari India.
Swaminathan mengatakan WHO membutuhkan lebih banyak data dari studi yang dilakukan dengan baik tentang kemanjuran vaksin yang digunakan di berbagai negara terhadap berbagai varian yang telah muncul. Dia mengatakan bahwa WHO memiliki kelompok ahli khusus untuk melacak efektivitas vaksin terhadap berbagai varian.
Baca juga: Divaksin Sinovac Kena Covid-19, Ahli: 40 Persen Tetap Bisa Tertular
“Ini juga berarti bahwa negara-negara perlu melakukan sequencing (pengurutan genome) secara berdampingan dengan pendokumentasian efektivitas vaksin,” kata Swaminathan. “Kita perlu memperluas pengurutan varian," katanya.
Kekhawatiran atas efektivitas vaksin Sinovac Tiongkok menjadi sorotan dunia. Dalam laman Forbes disebutkan Indonesia melaporkan ratusan penularan di kalangan profesional medis yang menggunakan vaksin tersebut. Bahkan melihat kondisi itu, negara Kosta Rika sampai menolak menggunakan vaksin Sinovac karena khawatir vaksin tersebut tidak akan berhasil.
Baca juga: Dianggap Tak Manjur Cegah Covid-19, Kosta Rika Tolak Vaksin Sinovac
Lebih dari 350 dokter dan profesional medis telah tertular Covid-19 di Indonesia meski sebagian besar petugas kesehatan telah diimunisasi dengan Sinovac. Beberapa di antaranya dirawat di rumah sakit.
Forbes menyebut insiden-insiden tersebut menambah kekhawatiran yang berkembang seputar kemanjuran vaksin buatan Tiongkok ketika wabah ganas melanda beberapa negara yang paling banyak divaksinasi. Banyak di antaranya sangat bergantung pada vaksin Sinopharm dan Sinovac andalan Tiongkok untuk kampanye inokulasi.
Kedua vaksin telah diberikan otorisasi darurat oleh WHO, kemanjuran 51 persen Sinovac hanya melebihi sedikit ambang batas kemanjuran WHO 50 persen untuk vaksin Covid-19. Dan, kurangnya data klinis publik untuk mendukung klaim produsen yang sering tidak konsisten menghambat penerimaan publik dari vaksin. Sinovac belum menanggapi permintaan komentar dari Forbes.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022