
Photo
JawaPos.com - Israel kini memiliki Perdana Menteri yang baru menggantikan Benjamin Netanyahu. Nama PM baru itu adalah Naftali Bennett. Bagaimana kira-kira nasib Palestina nantinya saat Israel dipimpin oleh PM Bennett?
Netanyahu kehilangan kekuasaannya. Perdana Menteri terlama di Israel itu gagal mendapatkan dukungan mayoritas setelah pemilihan umum pada Maret tahun ini yakni pemungutan suara keempat yang tidak meyakinkan di negara itu dalam dua tahun terakhir.
Bennet adalah mantan ajudan Netanyahu. Dia seorang politisi berusia 49 tahun dan memiliki orang tua Amerika. Dia mantan pengusaha teknologi yang menghasilkan jutaan dolar AS sebelum beralih terlibat secara mendalam di politik sayap kanan dengan posisi politik nasionalis-agama.
Beberapa pengamat dan surat kabar di Israel telah melabelinya sebagai 'ultra-nasionalis' karena pandangannya. Bennett, pemimpin partai Yamina, berbincang kepada The Times of Israel Februari ini.
"Saya lebih sayap kanan daripada Bibi (Netanyahu), tetapi saya tidak menggunakan kebencian atau polarisasi sebagai alat untuk mempromosikan diri saya secara politik," kata Bennet saat itu seperti laporan The Indian Express, Senin (14/6).
Bennett bekerja untuk Netanyahu sebagai pembantu senior antara tahun 2006 dan 2008. Namun, dia meninggalkan partai Likud Netanyahu, setelah hubungannya dengan Netanyahu memburuk.
Setelah memasuki dunia politik, Bennett bersekutu dengan partai nasional sayap kanan Yahudi, dan masuk Parlemen sebagai wakilnya pada tahun 2013. Bennett dikenal sebagai pendukung kuat negara bangsa Yahudi, dan karena bersikeras pada klaim sejarah dan agama Yahudi atas Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan, wilayah dekat perbatasan Israel-Syria yang diduduki Israel sejak perang 1967.
Bennet pernah menjadi kepala Dewan Yesha, sebuah kelompok politik yang mewakili pemukim Yahudi. Bennett telah lama menjadi pendukung hak-hak pemukim Yahudi di Tepi Barat. Dia, bagaimanapun, tidak pernah menganjurkan klaim Israel di Gaza.
Bennett telah mengambil garis keras terhadap militan Palestina, dan telah mendukung hukuman mati bagi mereka. Pada Mei tahun ini, Bennett menuduh Hamas melakukan pembunuhan warga sipil di Gaza, yang tewas dalam serangan udara Israel sebagai tanggapan atas tembakan roket Hamas dari Gaza.
The Times of Israel melaporkan Bennet seorang sayap kanan yang tegas dan bangga yang akan menentang kenegaraan Palestina selamanya. Naiknya Bennett menjadi Perdana Menteri kemungkinan berarti kemunduran bagi Palestina yang berharap untuk negosiasi perdamaian dan berharap menjadi sebuah negara merdeka.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
