Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Mei 2021 | 21.50 WIB

Pemimpin Hamas Minta Jokowi Mobilisasi Dukungan untuk Tekan Israel

MEMBOMBARDIR: Pasukan artileri Israel mengerahkan tembakan ke Jalur Gaza kemarin. Sekitar 450 gedung di Gaza rusak parah akibat serangan Israel. (JACK GUEZ/AFP) - Image

MEMBOMBARDIR: Pasukan artileri Israel mengerahkan tembakan ke Jalur Gaza kemarin. Sekitar 450 gedung di Gaza rusak parah akibat serangan Israel. (JACK GUEZ/AFP)

JawaPos.com – Dua kali sudah pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam surat kedua, dia mendesak Jokowi memobilisasi dukungan dan mengambil langkah tegas agar Israel menghentikan agresi ke Jalur Gaza.

Sebagaimana yang dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu, Haniyeh menyurati Jokowi pada Selasa (18/5). Dia meminta Jokowi menggalang dukungan dari negara-negara Arab, Islam, dan internasional.

”Agar Israel menghentikan agresi Israel di Jalur Gaza. Termasuk Yudaisasi, pengusiran paksa, dan diskriminasi rasial,” tulisnya dalam surat tersebut.

Dia juga meminta Israel tidak menyerang di pintu gerbang dan lingkungan Masjid Al Aqsa. Terutama lingkungan Sheikh Jarrah.

Jawa Pos telah menghubungi Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman untuk mengetahui tanggapan Jokowi soal itu. Namun, hingga berita ini selesai ditulis, Fadjroel belum memberi jawaban.

Surat Haniyeh sebelumnya, mengutip Anadolu, dikirim setelah terjadinya insiden di Al Aqsa menjelang Idul Fitri lalu. ”Anda telah menyaksikan bagaimana Al Aqsa yang diberkati dan mereka yang membelanya menjadi sasaran invansi, penodaan, penindasan, dan aksi brutal. Belum lagi tindakan penutupan dan menghalangi akses para jamaah,” tulis Haniyeh dalam surat yang dikirim pada 12 Mei lalu tersebut.

Pada kesempatan lain, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyatakan bahwa sikap negara atas hubungan yang memanas antara Palestina dan Israel tidak pernah berubah. Menurut dia, Indonesia telah mengecam tindakan kekerasan dan serangan Israel yang menewaskan banyak korban. Misalnya, yang disampaikan Jokowi dalam pernyataan tertulis Sabtu pekan lalu (8/5). Selain itu, Indonesia prihatin dengan krisis kemanusiaan di sana. ”Karena itu, Indonesia mengecam dengan keras,” ujar Moeldoko.

Dia menjelaskan, presiden maupun Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah mengajak berbagai negara membantu penyelesaian tindak kekerasan di wilayah tersebut. Juga menghadirkan keadilan di Palestina. ”Kita mesti pahami bahwa ada persoalan domestik di wilayah itu,” kata Moeldoko.

Dia meminta masyarakat Indonesia menghentikan perdebatan yang tidak produktif. ”Jangan sampai situasi antara Palestina dan Israel justru menimbulkan perpecahan di Indonesia,” tegasnya.

Baca juga: PMI Salurkan Donasi Publik Rp 1 Miliar untuk Palestina

Sementara itu, Menlu Retno Marsudi juga telah terbang ke New York (NY), Amerika Serikat (AS), untuk mengikuti pertemuan khusus Majelis Umum PBB. Pertemuan itu diselenggarakan khusus untuk membahas situasi saat ini di Palestina. Setiba di NY Rabu (19/5) waktu setempat, Retno pun langsung bertemu dengan presiden Majelis Umum PBB. Setelahnya dia juga menemui presiden Dewan Keamanan (DK) PBB yang saat ini dipegang Tiongkok. Dalam pertemuan tersebut, Retno meminta DK PBB mengambil langkah konkret untuk mengatasi situasi di Palestina yang kian memburuk.

”Saya juga akan hadir bersama sejumlah Menlu lain dalam pertemuan khusus Majelis Umum PBB. Ini pertemuan pertama in person yang dihadiri para Menlu. Ini menunjukkan betapa pentingnya isu Palestina untuk dibahas,” paparnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore