Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Agustus 2020 | 07.17 WIB

Israel Kembangkan Tes Covid-19 Air Liur, Hasil Kurang dari Satu Detik

Sekitar 20 mural mata di Silwan dilukis oleh para sukarelawan dari Palestina, Amerika Serikat, dan Israel, menggambarkan mata para penduduk desa yang dipaksa angkat kaki dari rumah mereka serta warga Palestina yang tewas dalam serangan militer Israel. - Image

Sekitar 20 mural mata di Silwan dilukis oleh para sukarelawan dari Palestina, Amerika Serikat, dan Israel, menggambarkan mata para penduduk desa yang dipaksa angkat kaki dari rumah mereka serta warga Palestina yang tewas dalam serangan militer Israel.

JawaPos.com - Israel melakukan terobosan baru dalam pengujian atau tes Covid-19. Pusat Medis Sheba mengembangkan alat deteksi Covid-19 baru dengan menggunakan sampel air liur pasien. Menurut Sheba, hasilnya bisa diketahui kurang dari satu detik. Tentunya ini menjadi sebuah hal yang menakjubkan karena akan diketahui secara cepat para penderita positif Covid-19.

Selain hasilnya bisa diketahui lebih cepat, alat tersebut memiliki keunggulan lain dibandingkan dengan tes PCR yakni lebih mudah dan harganya jauh lebih murah.

Dalam prosesnya, pasien diminta untuk membilas mulut atau berkumur dengan larutan garam dan kemudian meludah ke dalam sebuah tabung kecil. Selanjutnya sampel air liur tersebut diperiksa dengan perangkat spektral kecil yang bekerja secara sederhana yakni menyinari spesimen dan menganalisis reaksinya. Ini untuk melihat apakah air liur pasien itu terpapar Covid-19 atau tidak.

Eli Schwartz, salah satu peneliti di Pusat Medis Sheba, yang memimpin uji coba, mengatakan alat deteksi yang dikembangkan lebih mudah digunakan daripada usap PCR yang selama ini biasa digunakan.

“Sejauh ini kami mendapatkan hasil yang sangat menjanjikan dalam metode baru ini dan akan jauh lebih nyaman dan lebih murah,” ungkap Eli seperti dilansir Reuters.

Pusat Medis Sheba mengatakan dalam uji klinis awal yang melibatkan ratusan pasien, perangkat berbasis kecerdasan buatan yang baru mengidentifikasi bukti virus di dalam tubuh dengan tingkat keberhasilan 95 persen.

Amos Panet, seorang ahli virologi molekuler di Universitas Ibrani Yerusalem, mengatakan dirinya ingin melihat lebih banyak data dan perbandingan dengan tes yang ada sebelum membuat keputusan akhir. Jumlah virus yang ada dalam air liur meningkat saat pasien semakin sakit, dan tantangan besar adalah mendeteksi pada orang yang kritis.

“Ini akan menjadi pengubah dalam sebuah pendeteksi ketika melihat validasi teknologi terhadap teknologi saat ini,” katanya.

Pusat Medis Sheba yang terletak di luar Kota Tel Aviv, telah bermitra dengan pengembang perangkat medis, Israel Newsight Imaging, untuk secepatnya meluncurkan alat deteksi tersebut ke pasaran. Perusahaan mengatakan mereka sedang dalam proses mendapatkan persetujuan terkait regulasi. Setiap tes kabarnya jika dihitung dengan uang rupiah hanya sebesar Rp 5.000.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore