Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2020 | 19.00 WIB

Brasil Masih Darurat Covid-19, Jenazah Dibungkus dengan Kantong Sampah

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Lonjakan jumlah kematian akibat Covid-19 di Brasil semakin tinggi. Bahkan, jenazah pasien Covid-19 dibungkus dengan kantong sampah. Hal ini dikarenakan rumah sakit kehabisan persediaan pembungkus jenazah pasien Covid-19 yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Selain itu, wabah Covid-19 di Brasil tidak ditangani secara serius. Sebab, Presiden Jair Bolsonaro menganggap remeh Covid-19. Dia menggambarkan Coronavirus sebagai flu ringan. Akibat terlalu meremehkan, korban jiwa akibat Covid-19 di Brasil terburuk kedua di dunia.

Dilansir dari Mirror, Kamis (25/6), Brasil telah mencatat lebih dari 50 ribu kematian akibat Covid-19. Jumlah kematian dikhawatirkan akan lebih tinggi karena banyal yang tak terdeteksi. Dan dengan lebih dari satu juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, Brasil adalah negara dengan dampak terburuk kedua dari pandemi ini setelah AS.

Di Rio de Janeiro, hampir 9 ribu orang tewas akibat Covid-19 dengan hampir 100 ribu orang terinfeksi. Sebuah video yang mengkhawatirkan dari Persatuan Perawat Rio menunjukkan keadaan rumah sakit di daerah itu, dengan para dokter terlihat tidur di koridor dan mayat ditutupi kantong sampah. Gambar lain menunjukkan tiga wadah besar ditempatkan di luar rumah sakit.

Brasil tak menerapkan kebijakan jarak sosial dan langkah-langkah kuncian. Warga setempat terus berkerumun di pantai-pantai Brasil dengan lebih dari 50 ribu orang dalam satu hari. Banyak dari mereka yang tidak mengenakan masker.

Bahkan, setidaknya ada 181 perawat meninggal sesuai data Dewan Perawat Internasional (ICN). Pada Mei, lebih dari 15 ribu perawat di negara itu dilaporkan telah tertular Covid-19.

Sekitar setengah dari kematian perawat di Brasil telah dilaporkan di Rio de Janeiro dan Sao Paulo. Dua daerah itu paling parah terkena dampak pandemi Covid-19.

Juru bicara Dewan Keperawatan Federal Brasil (COFEN), Walquirio Almeida mengatakan jumlah kematian yang mengkhawatirkan di kalangan perawat karena kurangnya peralatan dan persiapan tim medis. Jumlahnya sudah sangat mengkhawatirkan.

"Kami tidak mengira sebanyak ini. Situasi hanya akan membaik jika pihak berwenang mengambil langkah-langkah efektif dan cepat," jelasnya.

Pandemi diketahui telah merenggut nyawa 40 perawat dan 30 dokter di negara bagian Rio de Janeiro saja. Seorang pemimpin perawat mengatakan pasien bahkan dibiarkan mati karena sudah kelebihan kapasitas.

Di tempat lain ada tempat tidur kosong, tetapi tidak ada cukup ventilator. Bahkan kekurangan petugas kesehatan karena terlalu banyak pasien yang terinfeksi Covid-19.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=J-k2BQg3eCc

https://www.youtube.com/watch?v=cWHkLg0uBrA

https://www.youtube.com/watch?v=RU0JDF5D5Pc

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore